"Tujuannya agar pasien merasa terhibur. Kami menyenangkan pasien. Kalau hati senang kan penyembuhannya bisa lebih cepat," ujar Direktur RS Siloam Surabaya dr Maria Magdalena Padmidewi kepada wartawan, Senin (8/2/2016).
Bingkisan berupa buah jeruk yang menjadi salah satu identitas Imlek tersebut dibagikan kepada pasien rawat inap anak dan dewasa. Para pasien merasa senang walaupun hanya mendapat jeruk di tahun baru China ini. Mereka merasa terperhatikan.
"Kegiatannya sih biasa, tetapi bagus juga," ujar Nadia Arif yang anaknya, Rania Zahra harus menjalani rawat inap karena leukosit menurun.
Bingkisan jeruk juga dibagikan kepada Maya Tando, pasien yang terdiagnosa mengidap infeksi saluran kemih, diabetes dan hipertensi. Meski harus menerima bingkisan sambil terbaring lemah, Maya tampak antusias menerima pemberian tersebut.
"Harapan, tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu," pungkas Maria.
Sebenarnya tak banyak acara imlek yang digelar RS Siloam Surabaya. Selain membagikan bingkisan kepada para pasien, RS ini hanya menempelkan dan memasang pernak-pernik imlek di luar dan dalam ruangan rumah sakit. (iwd/fat)











































