Penyelundupan Jeruk Diduga Terkait dengan Meningkatnya Permintaan Jelang Imlek

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 29 Jan 2016 20:17 WIB
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Menjelang imlek, banyak buah khususnya jeruk yang diimpor. Banyaknya permintaan jeruk menjelang imlek inilah yang diduga menjadi motif penyelundupan jeruk asal China yang dibongkar Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina.

"Permintaan jeruk di sini (Indonesia) memang meningkat jelang imlek, diduga ada kaitannya dengan penyelundupan ini," ujar Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Efrizal kepada wartawan di Terminal Petikemas Surabaya, jumat (29/1/2016).

Efrizal mengatakan, permintaan jeruk jelang imlek ini memang banyak yang berasal dari China. Faktor harga yang murah membuat jeruk asal China lebih banyak yang meminati daripada jeruk impor asal Amerika, Australia, Pakistan, dan New Zealand.

Importir nakal yang ingin mengeruk keuntungan lebih dengan memanfatkan momen ini pun mulai berulah. Mereka mengimpor buah jeruk dengan kedok buah lain. Mereka tahu jika jeruk akan dikenai bea masuk 20 % jika masuk ke Indonesia. Karena itu mereka mengaku mengirim buah lain menggunakan form E sehingga bebas bea masuk.

"Tapi kami selalu melakukan pengawasan. Karantina juga kalau memeriksa tidak hanya berdasarkan sample, tetapi keseluruhan isi barang," tandas Efrizal.

Sebanyak 59 ton jeruk digagalkan penyelundupannya oleh Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina. Jeruk itu diaku sebagai buah pir dalam dokumennya. Bagian terluar dari pintu kontainer memang diisi karton buah pir, namun di bagian dalamnya berisi keranjang jeruk. (fat/iwd)