Polisi Probolinggo Kesulitan Ungkap Penyebar Video Mesum

M Rofiq - detikNews
Rabu, 11 Nov 2015 11:14 WIB
Probolinggo - Langkah kepolisian mengungkap pelaku penyebaran video mesum yang diduga dilakukan pasutri asal Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, terbentur tembok tebal. Pasalnya, warga desa setempat menutup rapat setiap informasi yang yang dibutuhkan polisi.

"Sudah sekitar satu bulan yang lalu kami kesulitan mencari barang buktinya. Masyarakat juga menutup rapat informasi terkait beredarnya video tersebut dan tidak kooperatif untuk dimintai keterangan. Kasus ini juga sudah kami komunikasikan ke Polres," kata  Kapolsek Kuripan AKP Heri Suyanto, Rabu (11/11/2015).

AKP Heri mengatakan, setidaknya butuh 2 buah ponsel yang berisi rekaman video berdurasi 18 menit 15 detik tersebut, sebagai barang bukti (BB). Padahal Polsek sendiri tak punya satupun ponsel yang dibutuhkan.

Video yang  menampilkan adegan tidak senonoh itu diduga dilakukan pasutri dengan inisial R (20) dan Y (19). "Karena jika polisi melangkah tanpa adanya alat bukti yang cukup, maka dapat dianggap memfitnah atau mengkriminalisasi seseorang," ungkapnya.

Polisi menurutnya hingga saat ini mengalami kesulitan mencari BB. Namun, jika sudah menemukan BB yang berisi video, akan mempermudah langkah polisi untuk melakukan penyidikan. Termasuk menangkap penyebar video pribadi tersebut. Ia juga mengaku belum tahu secara pasti bagaimana proses penyebaran video itu dapat tersebar luas di masyarakat.

"Apakah memang disengaja disebar oleh pasutri itu atau ponsel salah satu dari mereka hilang atau jatuh ke tangan lain. Selanjutnya video pribadinya disebar," terangnya.

Sebaliknya, jika tidak ada BB, polisi akan kesulitan menyelidiki. "Dua terduga saat ini repot ditemui. R sudah pergi keluar kota dan Y menjalani rehabilitasi di pondok pesantren. Informasinya mereka berdua sudah bercerai akibat beredarnya video tersebut," terang mantan Kasat Sabhara Polres Probolinggo ini.

Tak sampai di situ saja, selain warga yang bungkam, perangkat Desa Menyono juga tutup mulut terkait video mesum itu. "Kami sudah ke balai desa dan menemui perangkat desa untuk mendapatkan informasi terkait beredarnya video tersebut. Namun, tidak satupun dari mereka yang mengakui dan memiliki rekaman video mesum pasutri itu. Alasan mereka ponsel mereka jadul," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, video tersebut beredar sekitar beberapa waktu lalu. Roni menyebut video tersebut sangat mungkin direkam sendiri oleh si pasutri. Sejauh ini belum diketahui siapa yang pertama kali mengedarkan video tersebut. Sebab saat ini video tersebut sudah beredar luas. (fat/bdh)