Ibu Rumah Tangga Pengidap HIV/AIDS di Kediri Meningkat

Ibu Rumah Tangga Pengidap HIV/AIDS di Kediri Meningkat

- detikNews
Rabu, 01 Des 2010 09:21 WIB
Ibu Rumah Tangga Pengidap HIV/AIDS di Kediri Meningkat
Kediri - Sepanjang tahun 2010, di Kabupaten Kediri 61 pengidap baru HIV/AIDS berhasil ditemukan, 16 diantaranya tercatat sebagai ibu rumah tangga. Padahal tahun lalu hanya 6 pengidap baru HIV/AIDS.
 
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Dinas Kesehatan
Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, membenarkan adanya catatan dalam hari AIDS se dunia 1 Desember ini.

"Ini memang sangat memprihatinkan dan jelas menjadi perhatian serius kami untuk bisa menanganinya," kata Nur kepada detiksurabaya.com, saat menemuinya di sela-sela peringatan Hari AIDS Sedunia di kantornya, Rabu (1/12/2010).

Nur menambahkan, temuan kasus pada ibu rumah tangga ini bersaing ketat dengan PSK sebanyak 19 pengidap baru. Yang memprihatinkan, dari 16 temuan baru tersebut, 15 diantaranya sudah dipastikan sebagai pengidap AIDS, sementara satu sisanya masih HIV.

"Terungkapnya kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga memang selalu terlambat, karena diketahui berdasarkan ciri-ciri anaknya yang memiliki gejala. Dari pemeriksaan sang anak biasanya masih HIV, sementara ibunya sudah dapat dipastikan mengidap AIDS," sambung Nur.

Untuk penyebab tingginya kasus itu, karena rendahnya pemahaman lelaki pasangan sang ibu, terutama yang memiliki hobi 'jajan' di lokalisasi. Biasanya mereka tak mengindahkan tata cara berhubungan seks dengan PSK melalui penggunaan kondom, sementara di rumah kembali melakukannya dengan pasangan sah.

"Paling banyak memang karena tertular dari suaminya yang hobi jajan, sementara sisanya memang sang ibu seorang mantan PSK atau pengguna narkoba,"
tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan bagi ibu rumah tangga, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri gencar melakukan pendekatan ke pria risiko tinggi yakni yang terbiasa menggunakan jasa PSK. Mereka akan diarahkan untuk memeriksakan diri ke klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT), bila memang ditemukan indikasi terjangkiti HIV/AIDS.

Cara lain yang digunakan adalah dengan memeriksa dini ke ibu hamil yakni dengan menyertakan dalam program Prevention Mother to Child Transmition (PMTCT). Ini diakui untuk memutus mata rantai sebaran HIV/AIDS pada balita, bila sang ibu hamil sudah pengidap.

"Ujung tombak program ini ada di bidan desa, yang secara rutin menjadi rujukan ibu hamil memeriksakan dirinya. Teknisnya, sang ibu akan diajak berkomunikasi dan apabila ditemukan indikasi akan diarahkan ke klinik VCT untuk diberikan penanganan lanjutan," pungkas Nur.

Sementara data yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menyebutkan, sejak ditemukan tahun 1996 silam, hingga saat ini jumlah pengidap HIV/AIDS telah mencapai 211 orang. Dari jumlah tersebut 56 pengidap telah meninggal dunia, dan dengan catatan tersebut Kabupaten Kediri menduduki peringkat ke 7 di Jawa Timur dalam catatan jumlah pengidap.

(fat/fat)
Berita Terkait