Gelombang Mudik dari Jakarta ke Jombang Tak Terbendung Imbas PSBB

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 16:47 WIB
Humas Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Jombang Budi Winarno
Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Jombang Budi Winarno (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang -

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta memicu gelombang mudik ke Jombang menjadi tak terbendung. Tak pelak, jumlah orang dalam risiko (ODR) terkait Corona di Kota Santri melejit karena para pemudik terus berdatangan dari daerah terjangkit.

Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno mengatakan jumlah ODR bertambah 869 orang hanya dalam dua hari terakhir. Jumlah ODR bertambah 144 orang dari Selasa (7/4) sebesar 4.800 jiwa menjadi 4.944 jiwa pada Rabu (8/4). Sedangkan hari ini saja bertambah 725 ODR menjadi 5.669 jiwa.

Menurut Budi, melejitnya jumlah ODR dalam dua hari terakhir efek dari gelombang mudik yang tidak terbendung. Sebab, para pemudik berdatangan ke Kabupaten Jombang dari daerah terjangkit virus Corona.

"Mereka masuk ODR karena datang dari daerah pandemi COVID-19. Sebagian besar datang dari Jakarta. Pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta dan akan berkembang ke Jabodetabek memicu pemudik pulang ke Jombang," kata Budi kepada wartawan di media center kantor Bupati Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (9/4/2020).

Ratusan pemudik tersebut, lanjut Budi, wajib mengikuti protokol pencegahan COVID-19. Mereka harus menjalani karantina selama 14 hari di sekolah dasar (SD) yang ada di masing-masing desa tujuan mudik.

"Karantina sampai 14 hari. Setiap hari dipantau oleh petugas kesehatan, bidan desa. Kalau menunjukkan gejala, pasti akan diantar ke puskesmas. Kalau ada gejala lebih, akan dirujuk ke RSUD Ploso atau RSUD Jombang," terangnya.

Jokowi: Ada Kelompok Pemudik yang Tidak Bisa Begitu Saja Kita Larang:

Selanjutnya
Halaman
1 2