DetikNews
Kamis 15 Oktober 2015, 14:04 WIB

Ada Ceceran Minyak di Laut Tuban, JOB Bantah Pipa Bawah Laut Bocor

Dion Fajar - detikNews
Ada Ceceran Minyak di Laut Tuban, JOB Bantah Pipa Bawah Laut Bocor Foto: Dion Fajar
Tuban - Pipa minyak bawah laut yang dioperasikan Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ) di perairan utara Kabupaten Tuban, bocor.

Akibatnya minyak mentah yang seharusnya mengalir ke kapal tangker menyembur keluar dan mencemari air laut di sekitarnya. Banyaknya ceceran minyak juga menyebabkan aktivitas nelayan mencari ikan tergganggu.

Berdasarkan pantauan detikcom di lapangan, ceceran minyak mentah berada sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Namun lokasi tersebut merupakan area nelayan dari 6 desa berburu ikan.

"Merugikan nelayan penangkap ikan di sekitar pantai. Jelas hasil tangkapannya menurun," ujar Muslih, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Tuban, Kamis (15/10/2015).

"Ada enam desa nelayan yang cari ikan di lokasi itu, yaitu Desa Palang, Glodog, Karang Agung, Kradenan, Panyuran, dan Gesikharjo," jelasnya kepada detikcom di tepi pantai Desa Palang.

Ceceran minyak mentah sebenarnya sudah diketahui nelayan sejak Rabu (14/10/2015) siang. Minyak terlihat menyembur dari pipa bawah laut JOB PPEJ, yang baru diperbaiki karena bocor.

"Saya melihat minyak mentah tersebut keluar dari pipa, seperti ini. Asalnya dari pipa milik JOB Pertamina, mas," kata Surawan (55), nelayan yang mengantar rombongan wartawan melihat ceceran minyak mentah di tengah laut.

Sementara itu Field Manager JOB PPEJ, Junizar Harman, membantah bahwa telah terjadi kebocoran pipa minyak. Dalam keterangan pers yang dikirim ke sejumlah wartawan, dijelaskan bahwa pipa JOB PPEJ dalam kondisi tidak beroperasi sejak terjadi kebocoran akhir Agustus 2015 lalu.

"Jadi ini bukan kebocoran minyak, tetapi ada rembesan sisa minyak yang keluar saat JOB PPEJ berupaya membersihkan pipa lama yang sempat bocor Agustus lalu. Manajemen mengucapkan terima kasih pada tim JOB PPEJ yang langsung bertindak tepat begitu mengetahui ada rembesan," Junizar Harman.

Dipaparkan, kegiatan pembersihan pipa lama ini perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa minyak di dalam pipa sebelum melakukan perbaikan permanen. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen JOB PPEJ untuk melakukan kegiatan operasi yang menjunjung tinggi faktor keamanan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

"Kegiatan ini bagian dari prosedur kerja yang mengharuskan kami memperhatikan aspek keamanan, keselamatan dan kelestarian lingkungan," tegas Junizar.

Sebagai ilustrasi, pipa yangg sekarang beroperasi bekerja pada tekanan 450-500 psig, sedangkan tekanan yang diterapkan untuk pembersihan pipa tidak lebih dari 60 psig yang dimaksudkan untuk mendorong sisa minyak dengan air.

"Sebelumnya pipa tersebut telah dites dengan tekanan yang sama yakni 60 psig dan tidak bocor. Namun kali ini ternyata ada rembesan yang keluar dari clamp atau lubang yg sama. Jadi sama sekali tidak ada lubang atau kebocoran baru," katanya.

Dijelaskan, kegiatan pembersihan pipa itu dilakukan, Rabu (14/10/2015). Tepat pada pukul 09.00 WIB tim JOB PPEJ mulai menaikkan tekanan pada pipa lama dengan tekanan air menggunakan jalur pipa 8",

Pada pukul 09.20 WIb tekanan mencapai 60 psig pada saat itulah ditemukan adanya rembesan di area pemasangan Plidco Smith Clamp. Saat itu juga valve langsung ditutup. " Saat itu juga tekanan langsung diturunkan sampai 0 psig di palang manifold.

Berbarengan dengan itu HSE yang monitor di area rembesan langsung menetralkan tumpahan minyak sehingga tidak meluas.

"Sampai pukul 15.00 WIB, tim JOB PPEJ memastikan sudah tidak ada rembesan di area Plidco Smith Clamp dan rembesan minyak sudah berhasil dinetralkan," ungkap Junizar.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed