Pasangan Pemeran Video Seks Sragen Berstatus Korban

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 16:29 WIB
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Sragen -

Pasangan sejoli pemeran video seks Sragen 25 detik yang viral di media sosial, tidak diamankan polisi. Polisi memastikan keduanya berstatus sebagai korban.

"Pasangan (pemeran video) tidak diamankan. Mereka korban," ujar Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, dihubungi detikcom, Kamis (9/12/2021).

Pasangan tersebut, lanjut Ardi, tidak mengetahui jika aksinya direkam. Kedua pelajar tersebut bahkan mengaku tidak mengenal si perekam.

"Yang merekam (video) bukan mereka, beda orang. Mereka tidak kenal (perekamnya)," jelasnya.

Lebih lanjut Ardi menerangkan, kedua pasangan tersebut melakukan hubungan suami istri di indekos milik pasangan perempuan. Saat itulah diduga aksi mereka direkam.

"Dilakukan di tempat kos si cewek," kata Ardi.

Sebelumnya diberitakan, polisi tengah mendalami kasus yang ramai disebut video 25 detik Sragen itu. Video tersebut di antaranya diunggah akun Twitter @Aff****, Sabtu (4/12).

Video itu tampak direkam dari luar kamar. Si perekam sepertinya merekam video dari celah pintu. Sementara itu polisi telah mengantongi identitas pasangan dalam video itu.

"Benar warga Sragen. Yang perempuan masih di bawah umur, yang laki-laki tidak di bawah umur," ujar Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, Kamis (9/12).

Ardi menyebut kedua pemeran video seks tersebut masih berstatus sebagai pelajar. Keduanya diketahui memang menjalin hubungan asmara.

"Keduanya masih sekolah, memang pacaran," terangnya.

Polisi juga telah menangkap perekam video seks Sragen 25 detik yang viral di media sosial. Selain merekam, pelaku ternyata menjadi penggunggah video seks tersebut.

Selain bertindak sebagai perekam video, lanjut Ardi, pelaku juga bertindak sebagai pengunggah video tersebut di media online. Namun pihaknya belum menjelaskan secara detil platform yang digunakan pelaku saat pertama kali mengunggah video tersebut.

"Pengunggah (video) ya si perekam," jelasnya.

(sip/sip)