Sempat Tersapu Banjir Lahar Hujan Merapi, Truk Proyek Sabo Dam Dievakuasi

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 20:00 WIB
Truk yang diterjang banjir lahar hujan Gunung Merapi di proyek sabo dam Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, dievakuasi, Jumat (3/12/2021).
Truk yang diterjang banjir lahar hujan Gunung Merapi di proyek sabo dam Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, dievakuasi, Jumat (3/12/2021). Foto: dok. Muhammad Fahrurozi
Magelang -

Tiga unit truk molen (mixer) dan sejumlah alat yang diterjang banjir lahar hujan Gunung Merapi di proyek sabo dam Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi hari ini. Peralatan proyek tersebut terendam material banjir lahar hujan sejak Rabu (1/12) sore.

"Untuk armada truk mixer total tiga unit sudah bisa dievakuasi dan bisa beroperasi kembali," kata PPK Pengendalian Gunung Merapi, Muhammad Fahrurozi, dalam pesan singkat melalui WhatsApp, Jumat (3/12/2021).

Fauzi, sapaannya, menjelaskan evakuasi juga dilakukan terhadap dump truk. Proses evakuasi dilakukan siang tadi.

"Dump warna kuning sudah dievakuasi tinggal menunggu pembersihan disemprot air," ujarnya.

"Hanya genset untuk generator yang sudah dievakuasi memerlukan perbaikan. Kemudian, untuk mixer bisa beroperasi normal," imbuhnya.

Fauzi menambahkan, peralatan untuk proyek sabo dam Merapi di Trono, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, itu kini diparkir di lokasi yang lebih aman. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.

"Alat-alat berat kita parkir di lokasi yang tinggi pada saat tidak dipergunakan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, bangunan dan sejumlah truk proyek sabo dam Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tersapu banjir lahar hujan, Rabu (1/2) sore. Akibat banjir lahar hujan Gunung Merapi tersebut, genset hanyut, satu truk mixer terjebak lumpur dan kantor lapangan mengalami kerusakan.

"Banjir lahar hujan menyapu sebuah bangunan dan sejumlah truk yang sedang mengerjakan proyek Sabo Dam Merapi di Trono, Desa Krinjing. Akibat banjir tersebut, jalan akses menuju proyek tertutup, genset sebagai generator Batching Plan hanyut, 1 truk mixer terjebak lumpur dan direksi keet (kantor lapangan) mengalami kerusakan," kata PPK Pengendalian Gunung Merapi, Muhammad Fahrurozi, dalam pesan singkat melalui WhatsApp, Kamis (2/12).

Sementara itu Kepala Desa Krinjing, Ismail, mengatakan informasi dari Pos Pengamatan Babadan hujan di puncak Merapi pada Rabu (2/12) terjadi mulai pukul 15.45 WIB. Kemudian, arus air sampai di bawah sekitar pukul 16.00 WIB.

"Karena di situ (Trono) ada proyek talut penahan tebing, ada plan, ada mixer, ada mobil semen, ada ekskavator, ada truk-truk yang lain. Untuk sopir sama pekerja sudah menyelamatkan diri menuju arah selatan (tebing) sehingga tidak bisa mengamankan mobil tersebut, akhirnya sebagian roda terpendam," kata Ismail saat ditemui.

"Untuk korban jiwa tidak ada. Talut penahan tebing aman," ujarnya.

(rih/ams)