Pedagang Johar Kirim Bunga ke Dinas Perdagangan Kota Semarang, Ada Apa?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 16:26 WIB
Pedagang Pasar Johar kirim karangan bungan ke Dinas Perdagangan Kota Semarang, Jumat (3/12/2021).
Pedagang Pasar Johar kirim karangan bungan ke Dinas Perdagangan Kota Semarang, Jumat (3/12/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang mendapat kiriman karangan bunga oleh sejumlah pedagang Pasar Johar hari ini. Para pedagang itu mengirim karangan bunga dengan harapan bisa kembali ke lokasi jualan mereka sebelum pasar kebakaran beberapa tahun lalu.

Salah satu karangan bunga bertuliskan 'tolong kembalikan hak kami, #savepedagangjohar'. Para pedagang yang datang juga kemudian melakukan audiensi dengan pihak dinas.

Salah seorang pedagang, Sri Wahyuni, mengatakan dalam pengundian lapak untuk kembali ke Pasar Johar, ia mendapat posisi di lantai dua di Johar Selatan. Sedangkan awalnya, dia berdagang di lantai satu.

"Lima (lapak) dapat dua di lantai dua. Di Johar Selatan. Yang dari lantai dua tengah dapat di lantai satu. Dari Pasar Yai malah dapat di lantai satu," kata Sri di lokasi, Jumat (3/12/2021).

"Tolong kembalikan seperti semula," imbuh pedagang lain, Yanto.

Sementara itu pendamping pedagang dari LBH Buser Indonesia, Didik Agus, mengatakan ada sekitar 400 pedagang yang terlempar dari lokasi awal mereka berdagang di Pasar Johar. Ia pun menyerahkan data itu ke Dinas Perdagangan Kota Semarang hari ini.

"Permasalahannya dari pedagang masih ada yang belum dapat lapak atau terlempar dari tempat jualan semula. Intinya pedagang ingin kembali ke tempat asal. Total 400-an dari semua blok," kata Didik.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman, menilai wajar jika ada yang tidak puas dengan keputusan pengundian bagi seluruh pedagang kawasan Pasar Johar.

"Mereka sudah dapat undian. Tapi masih ada yang belum sreg karena tidak kembali ke lokasi yang lama. Keinginan mereka kembali ke lokasi lama," kata Fravarta.

"Menaruh orang kan tidak semudah menata barang," imbuhnya.

Kawasan Pasar Johar yang terdiri dari eam blok diperkirakan bisa menampung 5.300 pedagang. Itu pun, kata Fravarta belum bisa menampung seluruh pedagang. Namun ada evaluasi karena ternyata ada banyak pedagang yang sudah tidak berjualan.

"Perhitungan terakhir karena ada rekomendasi teknis itu 5.300. Jadi kawasan 6 blok tower. Ada seleksi alam dalam arti ada yang sudah tidak jualan, tidak aktif. Itu terus proses evaluasi," jelasnya.

(sip/ams)