Saksi Cerita Bentrok Mencekam Suporter di Jalan Adisutjipto Sleman

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 19:35 WIB
Bentrokan terjadi antara suporter bola dengan warga di Jalan Laksda Adisutjipto, Yogyakarta, siang tadi. Puluhan polisi masih berjaga di lokasi.
Polisi berjaga di Jalan Laksda Adisutjipto, Sleman, DIY, usai bentrok suporter bola (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Bentrokan antara warga dan kelompok suporter terjadi di Jalan Laksda Adisutjipto, Sleman, DIY. Beberapa warga pun memberikan kesaksian saat terjadinya bentrokan mencekam itu. Seperti apa kisahnya?

Peristiwa itu terjadi tepatnya di sisi timur jembatan Jalan Laksda Adisucipto, atau sekitar beberapa ratus meter dari pos polisi simpang tiga UIN Sunan Kalijaga, Depok, Sleman. Polisi nampak berjaga di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung hingga usai kejadian.

Salah seorang warga, Mashyur Amin (47), mengatakan bentrokan mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tadi. Dari penuturannya, ada sekelompok diduga suporter yang konvoi dan dihadang warga yang diduga kelompok suporter lain.

"Bentrok sekitar pukul 13.00 WIB di timur pertigaan UIN. Pas di jalan ini nampaknya ada sebagian rombongan suporter tim lain langsung menghadang dan terjadi tawuran di sini," kata Amin kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Amin menyaksikan saat itu sempat terjadi baku hantam. Kejadian itu berlangsung hampir satu jam. Bahkan saat kejadian dia melihat ada orang yang mengeluarkan senjata tajam (sajam).

Selain keributan antarorang, ia juga menyaksikan perusakan satu unit sepeda motor salah satu warga. "Motor itu dirusak," katanya.

"Rombongan itu teriak-teriak bawa pedang," ucapnya.

Salah seorang saksi lain, Huda (30), bahkan mendengar polisi menembakkan tembakan peringatan. Setidaknya delapan kali polisi melepaskan tembakan peringatan untuk mengurai massa.

"Saya dengarnya ada delapan kali tembakan peringatan. Kalau sebelumnya ada (tembakan peringatan) saya tidak tahu," ujar Huda.

Polisi telah mengamankan dua orang terkait peristiwa ini. Namun, polisi belum memastikan apakah pihak yang ditangkap merupakan suporter atau warga.

"Sempat diamankan dua orang, sekarang berada di Polsek. Dua orang itu intinya masyarakat, belum kami pastikan apakah suporter atau warga," kata Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi kepada wartawan, Rabu (1/12).

"Kita dalami dulu dari mana. Kami nggak boleh menjustifikasi ini suporter atau masyarakat," sambung dia.

Simak video 'Kantongi Identitas, Polisi Buru Pelaku Pembakaran Omah PSS':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)