FX Rudy Yakin Ada Mafia Tanah di Sengketa Sriwedari Gegara Ini

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 18:37 WIB
Mantan Walkot Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (30/11/2021).
Mantan Walkot Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (30/11/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo merasa yakin benar adanya mafia tanah yang bermain dalam kasus sengketa lahan Sriwedari. Salah satu indikasi yang dia ungkap yakni soal meluasnya lahan yang disengketakan dari awalnya hanya 3,4 hektare menjadi 9,9 hektare.

"Lahan Sriwedari HP 22 itu luasnya hanya 3,4 hektare, tetapi diputuskan menjadi 9,9 hektare bahasa hukumnya ultra petita," ungkap Rudy saat ditemui detikcom di rumah pribadinya di Pucangsawit, Selasa (30/11/2021).

Rudy mengaku tidak habis pikir jika luas lahan yang disengketakan bisa membengkak hingga hampir 10 hektare. Dari temuan itu, mantan tandem Jokowi saat menjabat sebagai Wali Kota Solo itu meyakini ada mafia tanah yang bermain.

"Yang dituntut itu hanya 3,4 hektare ya di Bon Rojo tetapi diputuskan 9,9 hektare. Keputusannya kok segitu kalau tidak ada permainan piye? (kalau tidak ada permainan gimana?," ucapnya.

"Kalau tidak ada permainan tidak mungkin, 3 hektare jadi 9 hektare, tidak masuk akal. Novum saya 1 ultra petita, stablat asli dari BPN," sambungnya.

"Jadi tidak ada istilah kita mau neko-neko, tidak. Tapi 3 (Ha),4 jadi 9 itu kan jadi tanda tanya. Di situ ada (objek lahan) HP 26 dan HP 46 dan sudah tercatat di aset negara, mengeksekusi aset negara tidak mudah," kata Rudy.

Rudy juga juga mendorong adanya pengusutan mafia tanah dalam kasus yang seharusnya sudah selesai tahun 1979 itu.

"Malah dibuktikan saja, yang dimaksud mafia tanah ya tadi (luas tanah berubah). Itu diusut saja," ujarnya.

Dia juga mengusulkan pemerintah pusat turun tangan. Dia menyebut, Solo tanpa Sriwedari bukanlah Solo.

"Pemerintah pusat langsung turun tangan agar meminta Mahkamah Agung (MA) menyelesaikannya, itu kalau dikaji dari awal selesai," tutur dia.

Selengkapnya di halaman berikut...