Warga Protes Penutupan Alun-alun Kota Tegal: Ambulans Tak Bisa Lewat

Imam Suripto - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 17:37 WIB
Warga mengeluhkan penutupan Alun-alun Kota Tegal dengan portal. Penutupan ini disebut berimbas pada penurunan omzet toko dan ambulans tidak bisa lewat.
Warga memprotes kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah yang menutup kompleks Alun-alun dengan portal. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Tegal -

Warga memprotes kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah yang menutup kompleks Alun-alun dengan portal. Penutupan akses jalan menuju Alun-alun itu dinilai menyusahkan warga yang tinggal di sekitar kompleks tersebut.

"Akibat portal dan digembok, sudah memakan korban, seorang mantan Ketua RT 02/RW 03 Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Hendra (50) setempat saat sakit sekarat, sudah panggil ambulans, tapi ambulansnya nggak bisa masuk. Ambulansnya cuma bisa berhenti di portal, akhire beliau sampai meninggal di rumah pada 3 September 2021," kata salah seorang warga setempat, Melani (36), saat ditemui detikcom, Senin (29/11/2021).

Melani mengungkap keranda jenazah almarhum terpaksa didorong melewati jalan trotoar. Dia pun berharap kebijakan yang diambil Pemkot Tegal bisa mempertimbangkan kebutuhan warganya.

"Alangkah baiknya jika dalam pembangunan kota, kepentingan masyarakat sekitar ikut dipertimbangkan dengan lebih layak, selayaknya manusia yang berakal dan berbudi luhur," harap Melani.

Hal senada juga dikeluhkan Anis Yuslam Dahgda. Pemilik toko yang berada di sekitar Alun-alun Kota Tegal ini mengeluhkan penurunan omzet akibat penutupan jalan ini.

"Omzet selama pandemi turun 70 persen. Terus ini jalan masuk alun-alun ditutup lagi. Bila dalam tiga hari mendatang jalan masih ditutup portal, warga bersama pedagang sekitar alun-alun akan melakukan gugatan," ujar Anis.

Terkait keluhan ini, Plt Dinas Perhubungan Kota Tegal, Abdul Kadir, menyampaikan bahwa penutupan menggunakan portal demi mengurangi kerumunan di sekitar alun-alun di masa pandemi. Penutupan ini, kata Abdul Kadir tidak berlaku sepanjang hari.

"Untuk mengurangi kerumunan di kawasan alun-alun. Jalan itu ditutup tidak sepanjang hari, tapi dari jam 18.00 WIB sampai 06.00 WIB," terang Abdul Kadir.

Dia menerangkan dasar penutupan jalan menggunakan portal masih menunggu peraturan Wali Kota Tegal. Saat ini aturan itu sedang digodok Bagian Hukum Pemerintah Kota Tegal.

"Perwal penutupan jalan alun-alun sedang dibuat oleh Bagian Hukum Pemkot Tegal," pungkas Abdul Kadir.

(ams/sip)