Jelang Hari Disabilitas, Komunitas Konvoi Sindir Fasum Tak Ramah Difabel

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 11:36 WIB
Komunitas disabilitas konvoi inklusi di Kudus, Minggu (28/11/2021).
Komunitas disabilitas konvoi inklusi di Kudus, Minggu (28/11/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Komunitas difabel di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar konvoi inklusi dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember. Dalam aksi ini, Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) menyuarakan masih rendahnya fasilitas umum yang ramah dengan difabel.

"Kalau saya bilang baru 10 persen yang ramah difabel (fasilitas maupun infrastruktur umum)," kata Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK), Rismawan Yulianto kepada wartawan ditemui di Balai Jagong Kudus, Minggu (28/11/2021).

Pantauan di lokasi konvoi inklusi dimulai dari Balai Jagong Kudus pagi tadi. Setelah itu berjalan menuju ke Jalan Kampus IAIN Kudus, lalu ke Jalan Peganjaran, menuju ke Jalan Museum Kretek Kudus, hingga kembali finish di Balai Jagong Kudus.

Aksi konvoi tersebut juga dikawal oleh petugas kepolisian. Peserta menerapkan protokol kesehatan.

Rismawan mengatakan ada sebanyak 110 difabel dengan 30 sepeda motor mengikuti konvoi inklusi dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional. Konvoi ini, kata Risdmawan, mengkampanyekan keselamatan saat berkendara dan menyuarakan tentang fasilitas umum di Kudus yang belum ramah untuk difabel.

"Nah salah satu rangkaian acara disabilitas adalah hari ini kita konvoi inklusi. Jadi kita teman-teman difabel pengin mengampanyekan safety riding. Kedua kita melihat titik trotoar mana yang ramah difabel, fasilitas mana yang tidak ramah difabel, fasilitas umum, publik mana yang rama difabel," ungkap dia.

Rismawan menjelaskan banyak trotoar dan fasilitas umum di Kudus tidak ramah untuk difabel. Dia pun mencontohkan trotoar di Jalan Bakti Kota Kudus. Di sana terdapat guiding block yang tidak tertata. Sehingga difabel yang berjalan mengikuti building block itu bisa menabrak tiang listrik.

"Trotoar masih jauh dari kata layak dari difabel, termasuk fasilitas umum seperti taman masih jauh layak untuk teman-teman difabel," ungkap dia.

"Tapi terkadang di (misalnya) Jalan Bakti menabrak ke tiang listrik dan tiang lampu. Itu kan di setiap trotoar ada guiding block untuk teman-teman tunanetra, nah itu yang membangun kan itu mereka kurang mengerti jadi menabrak ke tiang listrik," sambung dia.

Dia pun berharap agar pemerintah daerah memperhatikan nasib difabel. Dia menegaskan warga difabel memiliki hak sama seperti pada warga umumnya.

"Saya minta teman-teman yang ada di pemerintahan agar setiap perencanaan pembangunan mengajak teman-teman difabel," ujar Rismawan.

"Kita mempunyai hak sama, kami berharap di pemerintah lebih peduli kepada teman-teman difabel," harap dia.

Simak juga 'Di Musda Papdesi Jatim., Ganjar Minta Kades Perhatikan Kaum Disabilitas':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)