Kronologi Suami Sadis Pembunuh Istri di Tegal hingga Tewas Bunuh Diri

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 19:46 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Pembunuhan Sisca Icun (Nadia Permatasari/detikcom)
Foto: Ilustrasi pembunuhan (Nadia Permatasari/detikcom)
Tegal -

Seorang wanita bernama Masruha (35), warga Desa Dukuhjati Wetan, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, tewas usai dibunuh suaminya sendiri, Trisno alias Slamet (35). Nahas saat ditangkap polisi, Slamet bunuh diri dan tewas saat dirawat di RSUD dr Soesilo Slawi.

"Ada upaya bunuh diri saat tersangka mengetahui ada petugas yang datang mau menangkapnya," kata Kasat Reskrim Polres Tegal AKP I Dewa Gede Ditya saat dimintai konfirmasi, Jumat (26/11/2021).

Berikut kronologi kasus pembunuhan hingga tersangka tewas bunuh diri.

Minggu, 21 November 2021
Pukul 16.00

Tersangka Trisno alias Slamet menganiaya istrinya Masruha menggunakan pisau hingga tewas. Korban dihabisi saat bersama anak balita mereka usai membeli susu kotak di sebuah warung. Usai menghabisi nyawa korban, tersangka pun kabur.

Tak ada seorang pun tetangga yang mengetahui pembunuhan di gang sempit tersebut. Warga baru tahu setelah mendengar tangisan anak korban. Saat warga datang, korban sudah tergeletak bersimbah darah akibat dua tusukan benda tajam di leher dan dada.

Informasi yang dihimpun, Slamet dan korban diketahui sudah pisah ranjang cukup lama. Korban selama ini tinggal bersama orang tuanya di Desa Bulakwaru, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal. Sedangkan, anak mereka yang berusia 3 tahun ikut tinggal bersama tersangka di Desa Dukuhjati Kedungbanteng.

Karena kangen dengan anaknya, korban datang ke rumah orang tua tersangka di Desa Dukujati Wetan. Korban bermaksud mengajak jalan-jalan buah hatinya. Namun saat sampai di rumah, tersangka tidak ada dan hanya bertemu dengan anaknya.

Korban pun mengajak anaknya membeli jajan dan susu di warung. Akan tetapi saat pulang membeli jajan dan susu, tiba-tiba tersangka langsung menyerang korban dengan senjata tajam hingga meninggal. Tersangka lantas melarikan diri.

Senin, 22 November 2021
Jenazah korban diautopsi tim Inafis Polres Tegal dan RSUD dr Soesilo Slawi, lalu dimakamkan di Desa Bulakwaru, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

Kamis, 25 November
Polisi mengaku mengerahkan drone untuk melacak tersangka yang diduga kabur ke hutan. Dari informasi yang diterima, tersangka menuju ke Desa Balamoa, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya menyebut, di Desa Balamoa ini, tersangka menemui temannya dan meminjam sepeda untuk menuju Lebaksiu, Kecamatan Lebaksiu. Tersangka mengaku ingin menemui seseorang bernama Ijong yang merupakan mantan bosnya saat menjadi pedagang cilok.

"Ijong sudah kita lakukan komunikasi sesaat setelah kejadian pembunuhan dan cukup kooperatif. Dan Ijong akan memberikan informasi apabila tersangka mendatangi Ijong," kata Arie, hari ini.

Selengkapnya di halaman berikut...