Polisi Siapkan 2 Pasal di Kasus Meninggalnya Gilang Peserta Diksar Menwa UNS

Ari Purnomo - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 20:45 WIB
Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak
Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Polresta Solo sudah meningkatkan kasus meninggalnya mahasiswa UNS peserta Diksar Menwa, Gilang Endi Saputra (21), dari penyelidikan menjadi penyidikan. Meski belum ada tersangka, polisi telah menyiapkan dua pasal dalam kasus ini.

"Penyidik akan menjeratkan pasal 351 ayat 3 KUHP penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia," ujar Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak, Rabu (27/10/2021).

Dalam pasal tersebut, ancaman hukuman yang bisa dijatuhkan kepada tersangka yakni paling lama tujuh tahun penjara. Selain pasal tersebut, lanjut Ade, tersangka juga bakal di-juncto dengan pasal 359 KUHP.

"Terkait dengan apakah ada unsur kelalaian dari panitia atau dari penyelenggara," tuturnya.

Pasal tersebut ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.

Ade juga mengatakan, sampai saat ini pemeriksaan terhadap saksi masih terus dilakukan. Tidak hanya dari panitia, peserta dan dosen, nantinya penyidik juga akan meminta keterangan dari ahli.

"Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli, baik itu ahli forensik, maupun di bidang kesamaptaan. Karena dalam kegiatan yang dimaksud ada syarat dengan kegiatan fisik yang tentunya harus ada SOP," urainya.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi yakni dari panitia maupun peserta masih terus dilakukan. Nantinya setelah hasil autopsi keluar akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka dalam kasus itu.

Diberitakan sebelumnya, Polresta Solo menaikkan status kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Gilang Endi Saputra (21) saat Diksar Menwa dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Ini sudah kita naikkan ke penyidikan, segera kita kirimkan ke SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ke Kejari) meski tanpa tersangka," ujar Kasat Reskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika kepada wartawan, Rabu (27/10).

(rih/mbr)