Ayah Kenang Gilang Sempat Minta Sepatu PDL Baru Sebelum Ikut Diksar UNS

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 20:24 WIB
Ayah mahasiswa UNS yang meninggal usai diksar menwa, Sunardi  ditemui usai pemakaman anaknya Gilang Endi Saputra (21), Senin (25/10/2021).
Ayah mahasiswa UNS yang meninggal usai Diksar Menwa, Sunardi (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Karanganyar -

Jenazah Gilang Endi Saputra (21) mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang meninggal usai mengikuti Diksar Menwa telah dimakamkan. Ayah Gilang, Sunardi, mengenang momen terakhir anaknya yang bersemangat untuk mengikuti diksar tersebut.

"Pamitnya hari Jumat (22/10). Dulu anak itu disuruh jadi tentara nggak mau, polisi nggak mau, setelah sudah kuliah malah ikut menwa. Semangat sekali, kemarin berangkat itu semangat sekali," ujar Sunardi saat ditemui detikcom usai pemakaman Gilang di Karanganyar, Senin (25/10/2021).

Sunardi yang merupakan pensiunan TNI tersebut menjelaskan, usai kuliah Gilang sempat pulang ke rumah di Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar. Saat itu Gilang mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk mengikuti Diksar Menwa.

"Izin (berangkat diksar) Jumat (22/10) habis kuliah. Pulang ambil perlengkapan, karena tadinya mau hari Minggu (24/10) diajukan hari Sabtu (23/10)," kata dia.

Sunardi mengaku ikut sibuk menyiapkan perlengkapan putranya yang hendak mengikuti Diksar Menwa itu. Sunardi pun sempat memberikan sepatu PDL baru miliknya untuk Gilang.

"Kontak terakhir Jumat malam itu. Malam-malam saya nyariin perlengkapan karena dadakan kan. Anak saya bilang, 'Pak sepatunya yang PDL', kebetulan saya masih punya cadangan ada di dus masih baru. Saya cuci tak beliin semir, saya semir dulu, saking semangatnya," kenang Sunardi.

Tak hanya itu, sulung dari dua bersaudara itu juga menyempatkan diri untuk potong rambut. Hal itu pun menjadi kenangan terakhir Sunardi sebelum Gilang berpulang.

"Terus potong rambut malam-malam. 'Wah kelihatan ganteng mas', saya gitu. Tahunya mau menghadap Allah SWT," ujarnya lirih.

Sunardi pun mengaku tak tahu kondisi Gilang usai berangkat mengikuti diksar menwa itu. Baru dini hari tadi, dua orang perwakilan mahasiswa mendatangi rumahnya dan mengabarkan berita buruk tersebut.

"Informasi awal katanya anak saya kesurupan, tapi kok kondisinya seperti itu," ucap Sunardi.

Sunardi menyebut proses hukum terkait meninggalnya Gilang masih terus berlanjut. Hal ini untuk memberikan kepastian penyebab meninggalnya.

"Bukannya mau cari kesalahan siapa pun ya, tapi supaya tahu meninggalnya almarhum ini seperti apa. Mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang lain," ujar Sunardi.

"Saya nggak nuduh kesalahan siapa. Saya cuma ingin tahu, kan belum tentu penganiayaan hasilnya (autopsi), kita nggak bisa nuduh kan. Bagaimanapun hasilnya saya terima dengan ikhlas," pungkasnya.

(ams/rih)