Perdagangan Kukang Jawa-Buaya Secara Online Dibongkar Polisi

Heri Susanto - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 16:16 WIB
Jumpa pers kasus perdagangan satwa dilindungi terdiri kukang Jawa hingga buaya, Yogyakarta, Jumat (22/10/2021).
Polresta Yogya gagalkan perdagangan satwa dilindungi terdiri kukang Jawa hingga buaya, Jumat (22/10/2021). (Foto: Heri Susanto/detikcom)
Yogyakarta -

Polresta Yogyakarta menggagalkan perdagangan satwa dilindungi via online. Dari tangan tersangka pria inisial RD, polisi mengamankan 10 satwa terdiri kukang Jawa hingga buaya.

"Barang bukti 7 ekor kukang Jawa, 1 ekor binturong, 1 ekor buaya muara dan 1 ekor buaya Irian," kata Kanit 5 Satreskrim Polresta Yogyakarta Iptu Dody Wahyu Kurniawan saat jumpa pers di Gembira Loka (GL) Zoo Yogyakarta, Jumat (22/10/2021).

Dody menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari patroli cyber pada Jumat (15/10), petugas Polresta Yogyakarta menemukan sebuah akun mengiklankan satwa dilindungi di salah satu grup Facebook.

"Jam 16.00 WIB kami temukan ada pelaku yang mengiklankan satwa liar, jam 22.00 WIB kami sudah bisa mengamankan tersangka bersama barang bukti," ujarnya.

Tersangka ditangkap di Karangturi, Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah. Satwa liar tersebut, lanjut Dody, dijual dengan harga bervariasi mulai Rp 1 juta sampai Rp 4 juta.

"Dari pengakuan tersangka, satwa-satwa ini ia dapatkan juga dari online. Saat ini kami masih akan dalami," ungkapnya.

Jumpa pers kasus perdagangan satwa dilindungi terdiri kukang Jawa hingga buaya, Yogyakarta, Jumat (22/10/2021).Jumpa pers kasus perdagangan satwa dilindungi terdiri kukang Jawa hingga buaya, Yogyakarta, Jumat (22/10/2021). Foto: Heri Susanto/detikcom

Tersangka dijerat Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) UURI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 84 ayat (2) KUHP dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi BKSDA Yogyakarta Untung Suripto menjelaskan, 10 satwa dilindungi tersebut saat ini dalam perawatan GL Zoo.

"Rekomendasi BKSDA, kukang Jawa yang merupakan sub spesies kukang Sunda dilepasliarkan karena kondisinya yang baik. Tapi, semuanya menunggu penyidik dari kepolisian, jaksa dan hakim," kata Suripto di kesempatan yang sama.

Menurut Suripto, kondisi kukang Jawa di hutan Pulau Jawa sudah terancam punah. Hal tersebut karena perdagangan hewan yang berbulu seperti boneka ini masif diperjualbelikan.

"Apalagi sekarang kukang Jawa ini diburu karena untuk obat. Ini yang harus hati-hati," jelasnya.

Manager Konservasi GL Zoo Josephine Vanda Tirtayani menambahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap 10 satwa dilindungi yang dititipkan itu.

"Hasilnya ada satu gigi atas yang memerlukan perawatan dari salah satu kukang Jawa ini," kata Vanda.

Lihat juga video 'Berani Jual Satwa Langka di Medsos, Pria Ini Diringkus Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)