19,3 Kg Ganja Diamankan di Magelang, Pengedar Dikendalikan Napi

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 20:52 WIB
Jumpa pers kasus ganja 19,3 kg di Magelang, Kamis (21/10/2021).
Jumpa pers kasus ganja 19,3 kg di Magelang, Kamis (21/10/2021). (Foto: Dok. Prokompim Kabupaten Magelang)
Magelang -

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Magelang menangkap seorang pengedar ganja berinisial ATC. Barang bukti yang diamankan ganja seberat 19,3 kg.

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol Purwo Cahyoko mengatakan bahwa penangkapan dilakukan di sekitar Terminal Secang pada Selasa (14/9) lalu.

"Terungkapnya diawali informasi dari masyarakat kemudian Tim BNNP dan BNN Magelang bersama-sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Semarang menghentikan salah satu kendaraan umum dan didapatkan di situ ganja seberat kurang lebih 19,3 kg yang dibawa oleh ATC alias Cepot," kata Purwo kepada wartawan di BNNK Magelang, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, ganja yang dibawa dari Aceh tersebut dipesan AS yang menghuni Lapas Kelas IIA Banyuasin, Sumatera Selatan. Narapidana AS ini memerintahkan ATC untuk mengambil ganja tersebut, kemudian dibawa menuju Magelang.

"Ganja ini berasal dari Aceh yang dipesan oleh saudara AS. Saudara AS ini di Lapas Kelas II Banyuasin menginstruksikan kepada Cepot ini untuk mengambil barang atau membawa barang ganja. AS ini sebenarnya dulu pernah ditangkap oleh BNNP dengan barang bukti seberat 10 kg ganja dan mereka mendapatkan hukuman seumur hidup, tapi tidak jera justru mereka bisa mengendalikan," ujarnya.

Untuk narapidana AS sendiri, katanya, yang bersangkutan sudah diambil dari Lapas Kelas II Banyuasin untuk dibawa menuju Magelang guna penyelidikan.

"Yang bersangkutan (AS) sudah kita ambil kemarin dari Lapas II Banyuasin untuk bisa kita kembangkan yang lebih besar lagi," ujarnya.

Pengungkapan ini, kata dia, pada tahun ini yang terbanyak. Saat pandemi ini kasus narkotika juga mengalami peningkatan.

"Kalau tahun ini, iya yang terbanyak, ganja. Tahun ini 19,3 kg," ujarnya.

"Ya justru itu (pandemi), di masa pandemi ini kita juga sungguh menyedihkan ya ada peningkatan kasus dari 2020 itu sebanyak 1.875 kasus. Nah di semester satu, enam bulan ini, itu sudah 1.039, berarti ada peningkatan. Ini kita belum hitung sampai Desember," ujarnya.

Pihaknya menduga saat pandemi dimanfaatkan pada pengedar. Kemungkinan mereka (pengedar) beranggapan aparat tengah konsentrasi dalam penanganan pandemi.

"Pandemi dimanfaatkan oleh para pengedar, mungkin. Pemikiran yang bersangkutan aparat itu lagi sibuk, lagi fokus kepada penanganan pandemi sehingga dia memanfaatkan dengan melaksanakan peredaran besar-besaran," imbuhnya.

Lihat juga video 'Polda Metro Ungkap Peredaran 1,37 Ton Ganja Jaringan Jakarta-Medan-Aceh!:

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)