8 Siswa Positif COVID-19, PTM Terbatas SD di Sedayu Bantul Disetop

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 14:22 WIB
Poster
Ilustrasi siswa sekolah. (Foto: Edi Wahyono)
Bantul -

Sebanyak delapan murid SDN Sukoharjo, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Alhasil pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SD tersebut dihentikan sementara.

Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Edy Sutrisno menjelaskan bahwa kejadian berawal saat salah seorang guru di SDN Sukoharjo mengobrol dengan guru lainnya. Setelah beberapa waktu, ternyata salah satu guru terkonfirmasi positif COVID-19.

"Itu kan bermula dari guru yang bersangkutan sedang mengobrol dengan rekan kerjanya di kelas. Nah, ternyata temannya itu terpapar (COVID-19) dan dia cek juga ikut terpapar," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (21/10/2021).

Terlebih, guru tersebut melakukan PTM secara terbatas di SDN Sukoharjo. Karena itu, murid yang sempat diajar guru tersebut menjalani screening.

"Sebelum tes itu gurunya melakukan PTM terbatas, dan dari situ di tracing dan semua sudah teratasi. Informasi yang saya terima 8 (murid) plus 1 guru, tapi saya belum punya by name by address-nya," ujarnya.

Edy menambahkan, bahwa akibat temuan kasus tersebut PTM secara terbatas di SD N Sukoharjo dihentikan sementara. Edy juga belum tahu sampai kapan SDN tersebut menghentikan PTM.

"Jadi semua PTM terbatas ditutup khusus SD Sukoharjo. Itu ditutupnya belum tahu sampai kapan, mungkin sampai semuanya sembuh dulu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja mengatakan munculnya penularan COVID-19 di SD N Sukoharjo berawal dari klaster takziah di Argorejo, Sedayu. Di mana, saat itu ada salah satu warga berstatus suspek COVID-19 meninggal dunia namun tidak dimakamkan secara prokes karena ada penolakan dari pihak keluarga.

"Akhirnya dilakukan pemakaman tanpa prokes dan berlanjut ada tahlilan juga," ujarnya.

Selanjutnya, pada tanggal 2 Oktober 2021 muncul hasil swab warga yang suspek dengan status positif COVID-19. Satgas kapanewon Sedayu pun melakukan tracing, testing dan treatment kepada kontak erat.

Dari tracing awal didapatkan dua orang anggota keluarga jenazah positif COVID-19 yang salah satu anggotanya adalah guru. Setelah tracing dilanjutkan terdapat tiga orang positif.

Ketiga orang itu adalah seorang guru, anak guru tersebut dan satu karyawan swasta. Tracing juga dilakukan kepada seorang karyawan sekolah dan guru yang juga anaknya terpapar positif COVID-19.

"Hasilnya ada 8 siswa SD positif dan terpapar dari guru yang mengajar dan diketahui positif itu," kata Agus.

(sip/mbr)