PPP Cari 'Kawan Senapas' untuk Koalisi Pilpres 2024, Apa Kriterianya?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 18:25 WIB
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP rampung digelar di Kota Semarang, Senin (18/10/2021).
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP rampung digelar di Kota Semarang, Senin (18/10/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP rampung digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah. Selain membahas persoalan agama, sosial ekonomi, hingga politik, dalam Munas itu juga diakui untuk menimbang calon terbaik di Pilpres 2024.

Dalam acara yang digelar di Ponpes Fadhlul Fadhlan Kota Semarang sejak hari Minggu (17/10) kemarin, ada empat gubernur diundang yaitu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun dalam acara itu Ganjar tidak hadir karena sedang berada di luar Jawa. Dari keempat tokoh tersebut, siapa yang berpeluang bakal diusung PPP di Pilpres 2024?

"Kalau sebagai parpol, calon, kami pasti akan mengangkat tidak mungkin tidak. Tapi soal keputusan (capres) nanti akan kami bicarakan bersama, tentu mempertimbangkan plus minusnya karena memang tidak ada yang sempurna. Plus minusnya yang tentu akan banyak bermanfaat bagi umat," kata Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP sekaligus Steering Committee Munas Alim Ulama PPP, KH Haris Shodaqoh di lokasi acara, Senin (18/10/2021).

"Ini juga dalam rangka kami menyaring siapa kira-kira calon terbaik. Dan bisa juga di kesempatan yang lain juga begitu," lanjutnya.

Namun ia menjelaskan pendekatan politik tidak hanya dilakukan pada acara kali ini saja. Menurutnya pendekatan politik tak hanya lewat acara yang digelar partai tapi bisa dilakukan dengan pertemuan langsung dengan tokoh tersebut.

"Kan kesempatan kita mengadakan pendekatan tidak hanya di tempat ini saja, kan kita bisa ketemu langsung nanti. Maka kita katakan kapan waktu kita akan menemui tokoh-tokoh itu siapa di antaranya yang sesuai dengan ideologi PPP, napas perjuangan PPP, asas PPP yang akan datang," ujarnya.

Soal napas partai, Munas Alim Ulama PPP tersebut memutuskan ketetapan yang terdiri dari 4 Bab dan 19 poin. Pada bab terakhir disebutkan soal kepemimpinan nasional yang berbunyi:

1. PPP dalam merekrut, memilih dan mendukung calon kepemimpinan Nasional harus selalu berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah yang menjadi kriteria utamanya.

2. Dalam memilih dan berkawan dengan partai lain untuk mendukung kepemimpinan Nasional, partai yang dipilih atau yang diajak berkoalisi tersebut harus selaras dan senapas dengan nilai-nilai kepemimpinan yang dipedomani oleh PPP.

(rih/ams)