Paundrakarna Bicara Darah Soekarno, Suksesi Mangkunegaran dan Karma

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 17:13 WIB
Putra mendiang Mangkunegara IX, Paundrakarna Jiwa Suryanegara, tiba-tiba muncul dan memberi pernyataan politik.
Putra mendiang Mangkunegara IX, Paundrakarna Jiwa Suryanegara, tiba-tiba muncul dan memberi pernyataan politik. (Foto: Tangkapan layar akun medsos)
Solo -

Putra mendiang Mangkunegara IX, Paundrakarna Jiwa Suryanegara, tiba-tiba muncul dan memberi pernyataan politik. Dia bicara mulai dari keturunan Soekarno, suksesi Mangkunegaran hingga karma buruk.

Paundra beberapa kali menuliskan pernyataan tersebut sebagai keterangan dalam foto Instagram @gphpaundrakarna1. Ada beberapa foto yang dia unggah, namun isi keterangannya sama.

Terakhir kali dia mengunggah foto tersebut tiga hari yang lalu, Rabu (13/10). Paundra kemudian juga mengirimkan keterangan foto itu kepada detikcom melalui pesan WhatsApp.

Isinya antara lain ialah penegasan posisi Paundrakarna yang merupakan cucu proklamator kemerdekaan RI Soekarno, putra dari Sukmawati Soekarnoputri, serta cucu dari Mangkunegara VIII.

Poin lainnya ialah Paundra mengatakan bahwa menjadi pemimpin kerajaan tidaklah seperti kompetisi ataupun pemilihan legislatif, melainkan atas kehendak Tuhan dan para pendahulu.

Kemudian dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyepelekan dirinya. Paundra juga mengingatkan adanya karma yang buruk.

"Jangan menyepelekan diri saya nggih, karena malati, angsar/karma buruk dan kuwalat adalah ganjarannya," tulis Paundra.

Berikut isi pernyataan lengkap Paundra yang diterima detikcom:

Anggap saja ini adalah sebuah Peryataan Politik dari saya nggih poro Sedulur ingkang budiman lan berbudi pekerti luhur,,
Mulut saya dan perkataan saya adalah 'Bom Waktu' untuk siapa saja yang tidak baik,, Dan saya sebagai insan Manusia berketuhanan dan sebagai putera Mangkunegaran saya memiliki Hak Prerogatif untuk bicara,,

Jangan menyepelekan diri saya nggiih, karena Malati, angsar/Karma buruk dan Kuwalat adalah ganjarannya,,

Salaam,,
Hargailah dan orangkanlah saya, hargailah para Pendahulu, hargailah eyang saya Presiden Sukarno, hargailah Ayahanda saya, hargailah Ibu saya, hargailah adik semata wayang saya, hargailah Keluarga Besar Mangkunegaran terlebih haruslah menghargai Abdi-Abdi/kawulo alit di Puro Mangkunegaran agar rasa respek, sikap baik saya dan ketulusan dari saya/dari kami pada panjenengan-panjenengan tidak hilang dan tidak berubah menjadi kebencian,,

Untuk menjadi Raja itu bukanlah sebuah Kompetisi, bukanlah Pemilihan Legislatif, bukanlah ajang pencitraan, bukanlah dengan kepentingan Pribadi yang dilandasi Ego dan Ambisi Pribadi apalagi golongan,, Tetapi tak lain dan tak jua adalah mutlak atas Kuasa, atas Kasih, atas Kehendak, atas Rahmat dan Bimbingan dari Gusti Allah SWT Tuhan seru sekalian alam beserta para Pendahulu,,

Ingatlah masih ada kekuatan lain yang lebih besar dari kekuatan kita Manusia dengan upaya-upaya dari Pribadi Pribadi, dari Oknum-Oknum yang tidak baik dengan mengHalall'kan segala cara yang makin mencoreng nama baik nama besar Mangkunegaran terlebih nama harum para Pendahulu,,

Dan ingatlah selalu saya Trah Rembesing Madu, saya cucu Presiden Sukarno, saya Putro Dalem putera sah Ayahanda saya, saya cucu dari Kanjeng Gusti Mangkunegoro VIII dan Gusti Puteri Mangkunegoro VIII,, Ingatlah akan Karma, Hukum tabur-tuai, Malati dan Kuwalat itu jelas-jelas ada dan pasti terjadi bagi siapapun yang tidak baik pada saya dan Puro Mangkunegaran,,
Salaaam,,,

Belum diketahui apa maksud dan kepada siapa pesan tersebut ditujukan. Namun terkait isu suksesi, dalam beberapa waktu terakhir muncul nama calon penerus selain Paundra dan GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo, yakni cucu pahlawan nasional Moh Yamin sekaligus cucu Mangkunegara VIII, KRMH Roy Rahajasa Yamin.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Saksikan juga: Napak Tilas dan kesaksian Bocah Hilang di Gunung Guntur

[Gambas:Video 20detik]