Viral Dugaan Perundungan Bocah SD di Jepara, Begini Faktanya

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 12:20 WIB
Ilustrasi bullying
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jepara -

Sebuah video diduga perundungan anak sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, viral di media sosial. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara pun memberikan penjelasan.

Dugaan perundungan itu diunggah di akun media sosial Twitter @bintang10264642. Postingan itu terdapat video berdurasi tujuh detik. Terlihat ada seorang anak sekolah dasar tengah dikerubungi temannya. Ada seorang anak yang memegang tangannya. Terlihat ada teman lainnya yang memukul anak tersebut.

Pada unggah itu dituliskan seorang siswa SD dibully teman sekelasnya. Dijelaskan orang tua sudah mengadu ke pihak sekolah.

"Di bully teman sekelasnya, ortu yg bully tau dan malah ngedukung anaknya, sempet ngancem adek gw juga. Lapor pihak sekolah tapi seakan gamau tau karena perbedaan kasta sosial.

Pliss bantu RT sebanyak banyaknya," seperti dilihat detikcom, Sabtu (16/10/2021).

Postingan yang diunggah 12 jam yang lalu sudah mendapatkan ribuan komentar. Postingan tersebut diteruskan akun Twitter @mampirJepara. Pada postingannya dituliskan kejadian itu terjadi di Jepara.

"Terjadi di Jepara. Ada yg tahu ini SD mana?," tulisnya seperti dilihat detikcom siang ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono membenarkan kejadian tersebut terjadi di Jepara. Namun dia enggan menyebutkan secara detail SD yang dimaksud. Menurutnya kejadian itu sudah diselesaikan secara damai.

"Ya pokoknya ada di Jepara," kata Agus dihubungi detikcom lewat sambungan telepon siang ini.

"Itu sudah damai, tadi pagi sudah cek. Anaknya sudah bermain bersama. Itu salah paham biasa ya," sambung dia.

Agus membantah jika itu merupakan aksi dugaan perundungan. Menurutnya kejadian itu hanya salah paham saja.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga 'Cabuli Belasan Santri, Pengasuh Ponpes di Ogan Ilir Diciduk Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



"Ini diluruskan ya, anak-anak dibully itu tidak ada ya. Ini hanya sedikit salah paham saja. Karena anak-anak itulah. Medsos kan itu tidak tahu malah jadi fitnah. Jadi bukan bully, itu biasa salah paham anak-anak seperti biasalah," jelas dia.

"Bermain biasa itu mungkin teman punya HP, kan pada punya HP. Iseng-iseng direkam, rekam dikasih orang tua, lah ini menjadi berita menarik," sambung Agus.

Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap akan melakukan pembinaan kepada seluruh sekolah di Jepara. Agus menilai pentingnya belajar tatap muka di sekolah, karena bisa membentuk karakter anak-anak.

"Ini nanti pokoknya kami akan bisa semua. Ini bukti pentingnya tatap muka itu di sana. Jadi nilai-nilai sudah lama sekali tidak ketemu dengan bapak ibu guru. Jadi pendidikan diserahkan di keluarga, ternyata ya berbeda, pendidikan di sekolah dan di rumah. Lha ini nanti sudah mulai kondusif Jepara normal kami mohon dukungannya, gara-gara ini pembelajaran jadi berhenti lagi," pungkas Agus.

(rih/rih)