Bocah di Solo Ditangkap Gegara Lempari Kereta Api

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 18:51 WIB
Petugas cek lokasi pelemparan batu
Ilustrasi (Foto: Dokumen KCI)
Solo -

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta mencatat ada 4 kasus pelemparan terhadap kereta api, terakhir terjadi di Solo dengan pelaku anak di bawah umur hari ini. KAI Daop 6 menyebut pelemparan terhadap kereta api bisa dikenakan hukuman pidana.

"Tahun 2021 sampai dengan tanggal 3 Oktober 2021 telah terjadi 4 kasus pelemparan kereta api," kata Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (3/10/2021).

Seperti halnya hari ini, kata Supriyanto, telah terjadi pelemparan kereta api di Solo. Dari kejadian tersebut petugas mengamankan pelaku yang ternyata seorang bocah.

"Kejadian terakhir pada hari ini pelemparan pada KA Bangunkarta di Km 258 + 4 Jembatan Jurug antara Stasiun Palur dan Stasiun Solo Jebres. Saat ini petugas sudah mengamankan pelaku seorang anak berusia 14 tahun dan diserahkan ke Polsek Jebres untuk diproses sesuai aturan," ujarnya.

Menurutnya, perbuatan iseng kerap kali melatarbelakangi pelemparan kereta api. Namun, akibatnya bisa fatal untuk penumpang serta petugas, untuk itu ada ancaman hukumannya yang telah diatur dalam undang-undang.

Supriyanto menegaskan, hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai kejahatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang Pasal 194 ayat 1.

"Di mana tertulis bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," ujarnya.

Masih di pasal yang sama, pada ayat 2 dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Terlebih, larangan pelemparan terhadap kereta api juga telah diatur dalam UU No.23 tahun 2007 tentang perkeretaapian. Di mana pada Pasal 180 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian.

"Karena itu masyarakat yang mengetahui setiap upaya perusakan maupun gangguan keamanan terhadap perjalanan KA, bisa melaporkan kepada petugas KAI atau stasiun terdekat. Bisa juga dilaporkan langsung ke pihak TNI/POLRI terdekat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Jebres, Kompol Suharmono, membenarkan kejadian tersebut. Namun kasus tersebut berujung damai antara kedua pihak.

"Betul, tadi pelaku diserahkan ke sini, tapi kedua pihak sepakat berdamai. Pertimbangannya, pelaku masih di bawah umur," katanya.

Simak juga 'Asyik Selfie di Rel, Wanita di Bandung Tertabrak Kereta':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)