Kebakaran di Pasar Janglot Sragen Hanguskan 57 Los-Kios

Andika Tarmy - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 09:30 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi kebakaran (Foto: Rachman Haryanto)
Sragen -

Kebakaran melanda Pasar Janglot, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dilaporkan api menghanguskan 50 los dan 7 kios.

"Api mulai diketahui warga sekitar pukul 23.30 WIB. Salah satu warga melihat asap hitam membumbung tinggi dari salah satu kios hingga kemudian menghubungi petugas," ujar Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso saat dihubungi detikcom, Minggu (26/9/2021).

Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar hingga merembet ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Petugas dibantu warga sekitar berjibaku untuk memadamkan api hingga berhasil dipadamkan dini hari tadi.

"Banyak warga sekitar yang datang berusaha membantu memadamkan api. Tidak lama kemudian datang 8 unit mobil pemadam kebakaran serta disuplai 4 tangki dari PMI Sragen dan 2 tangki air bersih dari Tirta Jaya Tangen. Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 04.10 WIB," jelas Suwarso.

Kebakaran di Pasar Janglot, Sragen, Minggu (26/9/2021) dini hari.Kebakaran di Pasar Janglot, Sragen, Minggu (26/9/2021) dini hari. Foto: dok. Damkar Kab Sragen

Pendataan sementara petugas, kebakaran ini menghanguskan 7 kios dan 50 los. Sementara kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

"Pendataan sementara, kebakaran ini menghanguskan 7 kios ukuran 3x5 meter dan 50 los ukuran 2x2 meter. Masing-masing kios dan los berisi barang dagangan yang mudah terbakar, dengan nilai kerugian kurang lebih sekitar Rp 4,1 miliar," kata dia.

Polisi saat ini menunggu proses pendinginan lokasi sebelum bisa melakukan olah tempat kejadian. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan hubungan pendek arus listrik dari salah satu kios.

"Olah TKP tim Inafis belum dapat dilakukan karena masih dalam proses pendinginan. Dari hasil keterangan Saksi di TKP, penyebab terjadinya kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik," ungkap Suwarso.

(rih/rih)