Round-Up

Kala Ganjar-Airlangga Jawab Isu Pilpres di Kompleks Makam Keramat Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 11:57 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kompak naik ojol di acara Klaten
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kompak naik ojol di Klaten, Jumat (24/9/2021) (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara tradisi Yaqowiyu di Kecamatan Jatinom, Klaten. Usai berziarah ke makam yang disakralkan warga milik Ki Ageng Gribig, keduanya sempat menjawab pertanyaan wartawan soal isu Pilpres 2024.

"Ini masih bulan September 2021," kata Airlangga menjawab pertanyaan wartawan soal pencapresan di halaman Masjid Agung Ki Agung Gribig, Jumat (24/9).

Tak berselang lama, Ganjar juga menjawab pertanyaan yang sama di depan gapura masjid tersebut dengan berkata,"COVID, COVID dulu," kata Ganjar kepada wartawan.

Sebelumnya mereka mengikuti acara doa bersama di makam Ki Ageng Gribig yang berjarak sekitar 30 meter dari masjid. Airlangga tampak memakai blangkon dan berkemeja batik lengan panjang. Sementara Ganjar tampak memakai kopiah hitam dan memakai kemeja batik lengan panjang.

Usai berziarah, keduanya berjalan beriringan menuju lokasi pelepasan ojol yang membagi kue apem ke masyarakat sekitar. Mereka berjaan hingga gapura masjid lalu kompak membonceng ojek online untuk melepas keberangkatan puluhan ojol mengantar kue apem untuk dibagikan ke warga.

Tradisi Yaqowiyu di Kecamatan Jatinom, Klaten tahun ini digelar secara virtual melalui channel YouTube. Penyelenggara meniadakan kerumunan massa karena masih dalam kondisi PPKM pandemi COVID-19.

Selain itu acara puncak berupa sebaran apem yang biasanya digelar di lapangan Sendang Plampeyan juga ditiadakan. Kue apem kali ini dibagikan ke warga dengan mengandalkan para driver ojek online.

Airlangga mengatakan tradisi Yaqowiyu sudah berlangsung sekitar 400 tahun. Ki Ageng Gribig menciptakan tradisi yang meninggalkan legasi ekonomi kerakyatan.

"Ki Ageng ini menciptakan kegiatan pembagian apem meninggalkan legasi ekonomi rakyat. Ini sebuah tradisi yang dilakukan berbagi dan tadi malam selawat agar Indonesia terbebas dari Corona," kata Airlangga.

(sip/sip)