Pemkab Ungkap Ada 7 Rumah Jagal Anjing di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 16:16 WIB
Penampakan anjing yang diamankan dari rumah jagal di Bantul
Penampakan anjing yang diamankan dari rumah jagal di Bantul beberapa waktu lalu (Foto: dok. RRDC Jogja)
Bantul -

Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikinan (DP2KP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut ada tujuh lokasi jagal anjing di wilayahnya. Meski begitu, DP2KP belum bisa mengambil tindakan tegas seperti penutupan karena belum ada Perbup yang mengatur larangan beredarnya olahan daging anjing.

"Ada tujuh jagal anjing yang sering dipantau BBVet Wates. Kalau anjingnya yang dipotong kebanyakan dari wilayah barat seperti Purworejo, Kebumen hingga sampai perbatasan Jawa Tengah Jawa Barat," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2KP Bantul Joko Waluyo saat dihubungi detikcom, Jumat (24/9/2021).

Joko mengungkaptujuh tempat jagal anjing itu baru dia ketahui saat pihaknya mengantar petugas dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates yang ingin mencari sampel otak anjing. Sampel otak anjing itu untuk diteliti apakah terpapar rabies atau tidak.

"Jadi karena BBVet sering ambil sampel di tempat-tempat itu, dan kami juga tahu setelah mengantar petugas BBVet. Jadi bukannya kami melindungi tempat-tempat itu ya," ujarnya.

"Untuk 7 tempat itu di antaranya seperti di (Kapanewon) Pundong, Sapuangin (Kapanewon Srandakan) dan (Kapanewon) Bambanglipuro," lanjut Joko.

Joko menyebut jumlah anjing yang dipotong per hari masih terbilang sedikit. Mengingat dari pengakuan pemilik jagal anjing-anjing itu diperoleh dari luar Kabupaten Bantul.

"Dari pengakuan, dalam sehari satu jagal itu rata-rata menyembelih satu ekor anjing dan dijual kepada penjual olahan daging anjing," katanya.

Joko mengaku belum bisa memberikan penegakan hukum kepada rumah jagal anjing tersebut. Dia beralasan belum ada Perbup di Bantul yang mengatur larangan penjualan olahan daging anjing.

"Karena di Bantul tidak ada Perda atau Perbup yang melarang tempat-tempat penjualan sengsu (tongseng asu atau anjing)," katanya.

Dengan alasan itu, pihaknya kini hanya bisa melakukan sosialisasi ke rumah jagal bersama komunitas penyayang binatang, salah satunya Animal Friends Jogja (AFJ).

"Kita sudah kerja sama dengan AFJ dan buat poster terkait sosialisasinya. Yang jelas berbagai upaya sudah kita tempuh, tapi untuk secara hukum menutup kita kan tidak ada aturan atau dasarnya karena tidak ada Perda atau Perbup itu," ujar Joko.

Diberitakan sebelumnya, video komunitas penyayang binatang meminta tolong adanya penjagalan anjing di Kapanewon Pundong, Bantul viral. Polisi pun akhirnya mengevakuasi belasan anjing terbungkus karung dari rumah jagal tersebut.

(ams/sip)