MTs di Jepara Jadi Klaster COVID, Sekolah Tatap Muka Disetop

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 15:40 WIB
empty classroom view
ilustrasi sekolah (Foto: iStock)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima laporan ada sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, Jepara menjadi klaster virus Corona atau COVID-19. Tercatat ada 25 siswa dan guru yang terpapar Corona di MTs tersebut.

"Beberapa kejadian umpama di MTs di Jepara di diketahui ada 28 orang yang terdeteksi 25 siswa dan 3 guru. Langsung saya minta komunikasi dengan Kemenag tutup (kegiatan) sekolahnya, tidak boleh ini. Menjadi perhatian jangan sampai uji coba kita kasih stempel gagal karena kita tidak aware pada soal itu. Ini yang jadi catatan penting," kata Ganjar usai rapat penanganan Corona di kantornya, Semarang, Selasa (21/9/2021).

Ganjar juga menyampaikan adanya laporan soal temuan klaster Corona di Blora. Temuan itu ternyata dari hasil tracing sebagai persiapan kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Blora.

"Kami mencari catatan-catatan karena masih ada klaster keluarga meskipun kecil-kecil dan klaster sekolah, dan ternyata dari klaster sekolah itu kok di Blora banyak banget ada apa. Kemarin saya kontak Pak Bupati saya lega karena ternyata klaster di sana itu dikarenakan persiapan PTM, dites dulu. Nah itu bagus itu. Ketika kita menemukan klaster itu ada SMK, MTs, SD, SMP," jelas Ganjar.

"Di Blora sebelum mulai dia dites malah bagus artinya enggak usah dimulai dulu," imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Yulianto Prabowo menambahkan seluruh orang yang terpapar COVID-19 di Mts Jepara tersebut dilaporkan dalam kondisi baik dan tanpa gejala. Tracing dan testing sudah langsung dilakukan.

"Awalnya 1 siswa, tapi semuanya dalam kondisi yang baik, orang tanpa gejala semuanya," ujar Yulianto.

Yulianto mengatakan pihaknya mengapresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Blora dalam persiapan PTM. Dengan melakukan screening lebih dulu terhadap guru dan siswanya maka diketahui mana yang panitia sebelum tatap muka dimulai.

"Blora Justru kita apresiasi, ada delapan sekolah melakukan screening (sebelum PTM), dan ditemukan sekitar 40-an kasus. Jadi, bukan klaster sekolah karena menularnya bukan di sekolah," ungkap Yulianto.

(ams/mbr)