Heboh Wisata ke Borobudur Disebut Haram, Balai Konservasi Angkat Bicara

Eko Susanto - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 17:30 WIB
Pamong Budaya Ahli Madya, Balai Konservasi Borobudur, Yudi Suhartono, Selasa (14/9/2021).
Pamong Budaya Ahli Madya, Balai Konservasi Borobudur, Yudi Suhartono, Selasa (14/9/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Pendapat Ustaz Sofyan Chalid yang mengharamkan wisata ke Candi Borobudur ramai dibicarakan berbagai pihak. Apa kata Balai Konservasi Borobudur (BKB) yang bertugas melaksanakan konservasi dan pelestarian cagar budaya Borobudur?

"BKB bekerja atas UU cagar budaya dan aturan yang berlaku. Pemanfaatan cagar budaya sesuai UU cagar budaya antara lain agama, pendidikan, kebudayaan, terus untuk pariwisata," kata Pamong Budaya Ahli Madya BKB, Yudi Suhartono, mengawali wawancara di kantornya, Selasa (14/9/2021).

Keberadaan Candi Borobudur yang digunakan untuk kegiatan keagamaan hal tersebut sesuai dengan pemanfaatan cagar budaya. Untuk itu, setiap kegiatan keagamaan di Candi Borobudur akan dilayani sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sesuai UU bagi melakukan kegiatan keagamaan, kita layani sesuai dengan peraturan yang berlaku, ada izin dan sebagainya," ujarnya.

"Kalau pengunjung (wisatawan) yang monggo mau mengunjungi silakan. Kami tidak terkait (video) itu. Kami concern sesuai dengan UU," lanjut dia.

Dalam UU No 11 tahun 2010 tentang cagar budaya ada dua yang membedakan pemanfaatan cagar budaya yakni living monument (monumen hidup) dan dead monument (monumen hidup). Untuk Candi Borobudur, jelas Yudi, termasuk dead monument karena saat ditemukan sudah tidak berfungsi seperti sedia kala.

"Sesuai UU cagar budaya, Candi Borobudur sebagai dead monument. Artinya tidak difungsikan lagi seperti dulu. Kalau ini sudah cagar budaya yang dilindungi UU juga sebagai warisan dunia," ujar dia.

Dia menjelaskan, hal ini berbeda pemanfaatannya seperti dengan Pura Besakih di Bali dan Masjid Agung Demak yang berstatus cagar budaya. Keduanya saat ditemukan masih difungsikan sebagai tempat ibadah hingga sekarang, sedangkan Candi Borobudur saat ditemukan tidak digunakan dan terkubur.

"Iya berbeda, ditemukan sudah tidak berfungsi (Candi Borobudur). Ditemukan pertama kali Raffles tahun 1814, Borobudur sudah ditumbuhi sangat rimbun, ditumbuhi pohon besar," ujar Yudi.

"Catatan yang ada, ditumbuhi tertutup. Dead monument," pungkasnya.

Simak Video: Fakta Video Ustaz Sofyan Chalid Haramkan Wisata ke Borobudur

[Gambas:Video 20detik]




(sip/ams)