Kakorlantas: Penyekatan di Daerah PPKM Level 3 Jadi Warning Ancaman COVID

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 17:19 WIB
Kakorlantas Mabes Polri Irjen Istiono saat meninjau vaksinasi di Salam, Magelang, Jumat (10/9/2021).
Kakorlantas Mabes Polri Irjen Istiono saat meninjau vaksinasi di Salam, Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Kakorlantas Mabes Polri Irjen Istiono mengatakan, pembatasan mobilitas masyarakat masih dilakukan untuk menekan laju kasus virus Corona atau COVID-19. Istiono menyebut pembatasan mobilitas masyarakat dengan penyekatan di daerah perbatasan jadi tanda warning atau peringatan COVID buat warga.

"Kita lihat teman-teman yang level 3 itu masih melakukan langkah-langkah pengaturan pembatasan mobilitas. Terutama di perbatasan kota, ini penting sebagai tanda warning kepada masyarakat bahwa COVID-19 masih mengancam semuanya," kata Istiono kepada wartawan di sela-sela meninjau vaksinasi dan penyekatan di perbatasan Magelang-Sleman di Salam, Kabupaten Magelang, Jumat (10/9/2021).

Istiono mencontohkan untuk daerah perbatasan antara Magelang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), penyekatan dilakukan di daerah Salam, Magelang. Daerah Salam ini juga merupakan akses menuju lokasi pariwisata seperti Candi Borobudur.

"Akses daerah Sleman-Magelang ini adalah akses juga menuju tempat pariwisata. Tiap hari Jumat (akhir pekan) dilakukan pembatasan pengetatan di lokasi wisata," katanya.

Istiono menerangkan pihaknya bakal menggelar tes antigen secara random bagi pengendara di beberapa titik pengetatan. Dalam kesempatan ini, pihaknya melakukan vaksinasi yang diikuti oleh driver ojol dan warga sekitar.

"Di titik-titik ini dilakukan langkah-langkah pemeriksaan random tes PCR antigen masing-masing pengguna jalan dan juga di titik ini kebetulan hari ini dilakukan vaksinasi. Titik ini ada vaksinasi keliling ini lebih kurang sekitar 250 kepada pelaku pariwisata, ojol yang di daerah sini, masyarakat sekitar sini," terang Istiono.

"Ini sangat bagus apa yang dilakukan Polres Magelang. Wilayah ini termasuk level 3, mudah-mudahan dengan aksi-aksi pembatasan mobilitas di lapangan level 3 ini segera turun menjadi level 2," tutupnya seraya minta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

(ams/ams)