Warga Boyolali Ngadu ke Polisi Saldo Bank Dibobol, Rp 30 Juta Raib

Ari Purnomo - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 17:01 WIB
Close-up of hand entering PIN/pass code for a money transfer, on a ATM/bank machine keypad outside
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/PKpix)
Solo -

Seorang warga Boyolali, Sumarno (43), melaporkan menjadi korban pembobolan saldo bank swasta. Karyawan swasta itu mengaku uang tabungannya mencapai Rp 30 juta raib.

Sumarno menceritakan pertama kali mengetahui saldo di tabungannya raib ketika hendak melakukan transaksi, Kamis (9/9).

"Pukul 09.00 saya ke ATM untuk transfer Rp 10 juta dan menarik tunai Rp 10 juta. Tapi saat akan transfer ada pemberitahuan bahwa nomor rekening salah," kata Sumarno kepada wartawan di Solo, Jumat (10/9/2021).

Setelah itu, lanjut Sumarno, dirinya berniat menarik tunai sebesar Rp 10 juta dengan empat kali penarikan. Tapi, saat penarikan keempat ternyata saldo tidak cukup.

"Ternyata saldo tidak cukup tinggal Rp 1.882.000 padahal tanggal 7 September 2021 saldo masih Rp 39.387.000," ucapnya.

Sumarno yang curiga ada hal tidak beres kemudian mendatangi kantor bank tempat dia menabung di wilayah Kartasura.

"Saya ke kantor KCP di Kartasura, karena antre terlalu banyak, petunjuk satpam saran untuk cetak mutasi ke kantor cabang bank lain, saya lalu lanjut ke kantor cabang Gladak, Slamet Riyadi, untuk minta dicetak mutasi transaksi," ungkapnya.

Setelah cetak mutasi, diketahui ada tiga kali transaksi via aplikasi pembayaran online ke tiga akun berbeda.

"Masing-masing transaksi sebesar Rp 10.001.000, Rp 30.003.000, lalu saya lapor ke customer servis, untuk blokir rekening dan bank memberi petunjuk untuk laporan resmi kepolisian," urainya.

Sumarno menambahkan, hasil data sesuai pelacakan bank di Gladak diketahui transaksi pertama terjadi pukul 02.51.20 WIB sebesar Rp 10.001.000 atas nama orang lain.

Transaksi kedua dilakukan pukul 02.52.21 WIB sebesar Rp 10.001.000 dengan atas nama lain.

"Dan transaksi ketiga dilakukan pada pukul 02.53.23 WIB dengan nilai sebesar Rp 10.001.000 atas nama lain lagi. Semua transaksi dilakukan di Bekasi," ungkapnya.

Padahal, lanjut Sumarno, pada jam tersebut dirinya sedang tidur di rumah di Boyolali, Jateng. Sementara ATM ada di dalam dompet dan nomor PIN juga tidak ada yang mengetahui.

"Saya tidak menggunakan SMS banking atau E-banking, rekening giro pribadi saya hanya punya fasilitas ATM tarik tunai atau transfer via ATM. Tiap malam menjelang tidur HP saya off-kan, pukul 08.00 WIB baru saya on-kan lagi," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...