334 Anak di Magelang Kehilangan Orang Tua yang Meninggal Kena Corona

Eko Susanto - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 19:15 WIB
Plt Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi, Senin (23/8/2021).
Plt Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi, Senin (23/8/2021). Foto: Eko Susanto/detikcom
Kabupaten Magelang -

Sebanyak 334 anak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kehilangan orang tua karena meninggal dunia akibat terpapar virus Corona atau COVID-19. Data tersebut per 10 Agustus 2021.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi mengatakan, pendataan sampai 10 Agustus 2021 ada 334 anak yang orang tua meninggal karena COVID-19.

"Iya (334 anak). Kami minta data dari kecamatan berarti mulai awal pandemi. Data tidak menyebutkan kapan meninggalnya, tapi sampai 10 Agustus yang dilaporkan," kata Bela kepada wartawan di kompleks kantor Pemkab Magelang, Senin (23/8/2021).

Bela menjelaskan, permintaan pendataan kepada masing-masing kecamatan terhadap anak yang yatim, piatu atau yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena COVID-19. Pendataan terhadap anak di bawah 18 tahun ke bawah.

"Permintaan surat kami adalah anak yatim, piatu atau yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena COVID-19. Entah itu ibunya, entah itu bapaknya atau mungkin bapak ibu juga ternyata ada. Anak di bawah umur 18 tahun," katanya.

Adapun dari 334 anak yang kehilangan orang tua karena terpapar COVID-19 terdiri dari 228 anak yatim, 101 anak piatu dan 5 anak yatim piatu. Dari pendataan yang dilakukan ini untuk mengecek apakah yang bersangkutan telah mendapatkan jaminan sosial atau belum.

"Kami sisir lagi untuk by name by address-nya rencana untuk tindak lanjut dari data yang diterima mau cek anak-anak ini sudah mendapat jaminan sosial atau belum, KIP (Kartu Indonesia Pintar) sama KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan sebagainya. TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) kami di semua kecamatan nanti cek anak-anak itu sudah mempunyai jaminan sosial atau belum," ujarnya.

Pihaknya berharap masa depan anak-anak tersebut baik pendidikan, kesehatan maupun lainnya nantinya bisa dibantu pemerintah.

"Harapannya meskipun orang tuanya (meninggal), tapi masa depan anak-anak, pendidikannya, kesehatannya juga bisa dibantu dari pemerintah," tuturnya.

(rih/mbr)