Belum Beroperasi, RS Darurat Corona di Donohudan Masih Tunggu Alkes

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 15:57 WIB
Boyolali -

Persiapan terus dilakukan di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, Jawa Tengah, yang akan dijadikan sebagai Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC). Sejumlah pengerjaan saat ini sudah selesai dan menunggu alat-alat kesehatan (alkes).

"Untuk RSDC di Asrama Haji Donohudan, sampai hari ini sudah banyak yang selesai. Perbaikan arsitektural seperti plafon, dinding, lantai itu sudah selesai. HCU (high care unit) pagi ini sudah selesai, sudah 100 persen," ujar Komandan Kodim 0726/Boyolali, Letkol (Arm) Ronald Siwabessy, ditemui usai mendampingi kunjungan kerja Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di Asrama Haji Donohudan, Kamis (5/8/2021).

Sejumlah pekerjaan lainnya seperti tempat pembuangan limbah, juga sudah selesai. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan RSDC di Asrama Haji Donohudan tersebut akan mulai dioperasionalkan. Pasalnya, saat ini masih menunggu alkes dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kami belum bisa memastikan, karena sangat tergantung dengan droping alat-alat kesehatan dari Kemenkes," kata dia.

Peralatan kesehatan yang akan digunakan untuk RSDC di Asrama Haji Donohudan tersebut dikirim langsung dari Kementerian Kesehatan. Alat kesehatan itu dipasang oleh RSUD Dr Moewardi, Solo.

Ronald mengatakan, alat-alat kesehatan dari Kemenkes di Asrama Haji Donohudan saat ini baru sekitar 15 persen. Sedangkan untuk tenaga kesehatan yang akan bertugas sudah siap.

"Nakes sudah siap, sebagian masih direkrut," jelasnya.

Ronald menambahkan, saat ini di Asrama Haji Donohudan juga masih digunakan untuk tempat isolasi terpusat. Saat ini ada 320 orang yang menjalani isolasi karena positif terpapar virus Corona. Mereka berasal dari Solo, Boyolali, Klaten dan Sukoharjo. Kapasitas tempat tidur isolasi terpusat saat ini masih ada 364 bed.

(rih/sip)