Korban Penipuan Bermodus Bansos di Gunungkidul Terus Bertambah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 13:07 WIB
Ilustrasi Penipuan
(Foto: Ilustrasi by Mindra Purnomo)
Gunungkidul -

Kasus penipuan dengan modus memberi bantuan sosial (bansos) di Gunungkidul, DIY, terus bertambah. Kali ini seorang lansia di Kapanewon Playen menjadi korbannya, polisi pun tengah memburu pelaku penipuan tersebut.

Korban penipuan di Pedukuhan Bogor, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen, Sukiyem (70) menjelaskan, kejadian itu dia alami Selasa (3/8) pagi. Saat itu Sukiyem kedatangan seorang tamu pada pukul 09.00 WIB.

"Setelah masuk rumah, pria itu langsung bertanya saya di rumah bersama siapa. Terus dia ngaku sebagai petugas dari kapanewon (kecamatan) yang akan mendata warga untuk mendapatkan bantuan," kata Sukiyem saat ditemui wartawan di Kapanewon Playen, Gunungkidul, Rabu (4/8/2021).

Selanjutnya pria itu duduk di dalam rumah. Tak hanya itu, tiba-tiba pria tersebut mendekati Sukiyem dan langsung berupaya mencopot kalung seberat 10 gram yang dikenakannya.

"Saya sempat bilang ke dia (pelaku) jangan dekat-dekat. Tapi dia nekat dan tiba-tiba dia mencopot kalung yang saya kenakan, katanya mau diukur dulu sebelum bantuan diberikan," ujarnya.

Setelah mencopot kalung Sukiyem, pria tersebut langsung pergi dan berpesan kepada korban agar menunggu bantuan yang akan diberikan oleh pihak kecamatan. Sukiyem mengaku saat itu seperti hanya menuruti saja apa perkataan pria tersebut.

Setelah kejadian itu, Sukiyem masih sempat berbelanja ke tukang sayur keliling langganannya. Ketika berbelanja itu Sukiyem menceritakan soal kalungnya diambil seorang pria dengan alasan akan mendapatkan bansos kepada tukang sayur.

"Tukang sayur mengatakan kepada saya bahwa saya sudah ditipu. Nah, saat itu saya baru sadar, terus saya langsung bilang ke anak saya," katanya.

Terpisah, Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengatakan, saat ini pihaknya tengah memburu pelaku penipuan gendam bermodus bansos terhadap Sukiyem. Menurutnya, kejadian serupa sudah terjadi empat kali dan yang berhasil hanya 2 kali.

"Jadi sudah empat kejadian, dua gagal dan yang dua berhasil. Dua berhasil itu yang di Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu perhiasan emas 20 gram dan yang kejadian kemarin yang perhiasan emas 10 gram itu," ucapnya.

Terkait kejadian itu, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk mengungkap kasus ini. Menurutnya, pelaku tergabung dalam jaringan penipuan modus gendam.

"Ada indikasi pelaku lebih dari satu, atau jaringan, yang jelas masih kita buru. Karena modus yang dipakai yaitu mengaku petugas pemberi bantuan," ujarnya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada saat menerima tamu. Terlebih jika tamu tersebut adalah orang asing dan bertingkah mencurigakan.

"Kalau ada tamu yang datang dengan alasan memberi bantuan tapi tidak didampingi perangkat segera laporkan saja. Selain itu jangan pakai perhiasan kalau menerima tamu," ucapnya.

Selanjutnya: kisah korban-korban lainnya...