Lagi, Lansia di Gunungkidul Jadi Korban Penipuan Modus Bansos

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 11:36 WIB
Ilustrasi Bansos
Ilustrasi bansos. (Foto: dok detikcom)
Gunungkidul -

Aksi penipuan berkedok pemberian bantuan sosial (bansos) kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Korban kali ini juga merupakan seorang lansia yang kehilangan perhiasannya.

Kasub Bag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto menjelaskan bahwa kejadian berawal saat korban bernama Jilah (75) warga Kapanewon Wonosari, Gunungkidul berada di pekarangan rumahnya kemarin, Senin (2/8). Saat itu tiba-tiba seorang pria memanggil Jilah dan mengajaknya berbincang-bincang.

"Saat berbincang, pria tak dikenal itu menawarkan bantuan kepada korban," kata Suryanto saat dihubungi wartawan, Selasa (3/8/2021).

Pria tersebut ternyata kemudian meminta cincin-cincin yang sedang dikenakan oleh korban. Pelaku berdalih kepada korban bahwa perhiasan itu diminta sebagai timbal balik pemberian bantuan.

"Dari keterangan korban, pelaku melepas cincin yang dikenakan korban. Saat itu korban sempat tanya kok cincinnya dibawa pergi, tapi pelaku langsung melarikan diri," ucapnya.

Karena lokasi yang sepi, tidak ada masyarakat yang saat itu bisa membantu Jilah. Jilah akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi. Perhiasan yang dibawa kabur pelaku bernilai sekitar Rp 2 juta.

"Dari keterangan (korban) untuk pelaku sendirian, usianya sekitar 30 tahun, berpakaian serba hitam dan mengendarai motor. Saat ini untuk pelaku masih diburu polisi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak lima orang lansia menjadi korban praktik gendam dalam sepekan di berbagai Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Modusnya, pelaku berpura-pura ingin memberi bansos lalu melancarkan aksinya.

Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi menjelaskan, bahwa salah satu TKP aksi tersebut berada di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Minggu (25/7). Di mana saat itu Waginem (70) didatangi seseorang yang mengaku petugas dari Kapanewon untuk memberikan bansos sembako dari pemerintah.

"Selanjutnya pelaku minta data diri hingga daftar kekayaannya korban dengan alasan pendataan," ucapnya saat dihubungi wartawan, Selasa (27/7).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...