Sedia Payung di Puncak Kemarau! BMKG: Curah Hujan di Yogya Meningkat!

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 10:04 WIB
Yogyakarta -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprakirakan akan ada peningkatan curah hujan dalam 3 hari ke depan di beberapa wilayah DIY. Mana saja lokasinya?

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menjelaskan peningkatan curah hujan berdasarkan hasil analisa dinamika atmosfer-laut dan prakiraan curah hujan bulanan di wilayah DIY. Pada Agustus hingga Oktober terdapat curah hujan kategori rendah hingga menengah dengan sifat hujan umumnya normal-atas normal.

"Curah hujan Agustus-Oktober di DIY masuk kategori rendah hingga menengah. Sifat hujan pada umumnya di bulan itu normal-atas normal," kata Reni kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Reni menjelaskan, dalam 3 hari ke depan diprakirakan akan ada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah.

"Sedangkan wilayah yang berpotensi meningkat curah hujannya untuk 3 hari ke depan meliputi Kulon Progo, Sleman, Bantul dan Gunungkidul," ungkapnya.

Adapun peningkatan curah hujan di Kabupaten Kulon Progo meliputi Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Nanggulan, Kokap, Temon, Panjatan, Wates, Galur. Kemudian Kabupaten Sleman meliputi Turi, Cangkringan, Pakem, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Seyegan, Minggir, Mlati, Depok, Kalasan.

Sedangkan Kabupaten Gunungkidul meliputi Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus, Girisubo. Kabupaten Bantul meliputi Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Sanden, Srandakan, Kretek.

Lebih lanjut, Reni menjelaskan kondisi dinamika atmosfer-laut terkini diketahui kondisi angin di atas Pulau Jawa didominasi angin timuran. Indeks ENSO (El-Nino Southern Oscilation) saat ini masih netral dan diprakirakan kondisi ini akan berlangsung hingga September 2021.

"Indeks IOD masih dalam kisaran negatif yang berdampak pada penambahan suplay uap air. Konsisi anomali suhu muka laut di sekitar perairan selatan DlY masih hangat. MJO (Madden-Julian Oscilation) diprediksi aktif di belahan bumi bagian timur," jelasnya.

Reni menegaskan, dengan analisis tersebut disimpulkan kondisi iklim di DIY lebih basah dari kondisi pada umumnya.

"Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini dan prakiraan curah hujan 3 bulan ke depan, kondisi iklim di wilayah DIY pada tahun 2021 umumnya lebih basah dibandingkan dari normalnya," ungkapnya..

Dengan adanya situasi ini, BMKG Yogyakarta mengeluarkan imbauan pada masyarakat terutama untuk sektor pertanian.

"Masyarakat agar memperhatikan imbauan dan saran dari petugas terkait mengenai kebijakan di bidang pertanian," pungkasnya.

(mbr/mbr)