Kabar Baik! Gereja di Yogya Ini Sediakan Pengisian Oksigen Gratis

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 12:28 WIB
Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Yogyakarta membuka layanan isi ulang oksigen gratis, Senin (2/8/2021).
Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Yogyakarta membuka alayanan isi ulang oksigen gratis, Senin (2/8/2021). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Selama masa sulit pandemi Corona saat ini muncul berbagai gerakan sosial di sejumlah daerah. Pada awal-awal pandemi Corona, gerakan membagikan nasi gratis jamak dilakukan di berbagai daerah.

Kini, saat oksigen mulai langka dan banyak masyarakat yang butuh, muncul gerakan pengisian oksigen gratis.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), contohnya. Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Yogyakarta membuka layanan isi ulang oksigen gratis untuk warga DIY dan sekitarnya selama sebulan ke depan di halaman parkir Grand Pasific Hall, Mlati, Sleman.

"Saat ini kita sedang melakukan aksi sosial untuk melakukan pengisian tabung oksigen secara gratis bagi masyarakat di wilayah DIY dan sekitarnya," kata Gembala Sidang GRII Pendeta Dawis Waiman saat ditemui wartawan di lokasi pengisian oksigen gratis, Senin (2/8/2021).

Dawis mengatakan aksi sosial ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan oksigen. Terutama bagi anggota keluarga atau sanak saudaranya yang terpapar Corona.

"Ini untuk masyarakat yang sungguh-sungguh membutuhkan oksigen karena penyakit COVID-19 tetapi ada kesulitan untuk mendapatkan pengisian oksigen dikarenakan suplai yang sangat terbatas sekali," katanya.

Lalu bagaimana caranya untuk mendapatkan oksigen gratis ini? Sebelum datang, warga yang membutuhkan harus mendaftarkan diri melalui nomor 0811251070. Kemudian datang dengan membawa tabung oksigen sendiri. Warga yang datang juga harus menunjukkan hasil swab negatif.

Kuota pengisian oksigen yang dilayani yakni 1 meter kubik per tabung. Selain itu, Dawis menegaskan pengisian oksigen untuk perorangan dan tidak untuk dijual kembali.

"Itu sebabnya di dalam pelayanan ini kita sangat mengharapkan sekali kerja sama dari masyarakat juga untuk bisa memenuhi persyaratan," ucapnya.

"Jika betul-betul dalam kondisi sangat membutuhkan untuk mendaftarkan diri sebelum datang supaya tidak terjadi kerumunan semua bisa berjalan dengan baik kita tidak menjadi persoalan baru," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...