Heboh Bansos di Klaten Dipotong Rp 350.000, Begini Faktanya

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 14:33 WIB
Tangkapan layar berita pemotongan bansos di Klaten.
Tangkapan layar berita pemotongan bansos di Klaten.

Nasir menyayangkan ada pemberitaan yang tidak jelas dan tidak ada konfirmasinya. Penulis berita itu baru menghubungi setelah satu hari.

"Tadi pagi yang nulis di portal itu sudah konfirmasi. Saya jelaskan tapi disayangkan karena tidak konfirmasi saya sejak awal," sambung Nasir.

Sementara itu, Kades Gentan, Kecamatan Gantiwarno, Sudiman, menjelaskan nama 27 KPM yang dialihkan ke BST DD itu berdasarkan musyawarah desa. Sebab BST dari pusat hanya sampai bulan April.

"BST dari Kemensos itu hanya sampai bulan April. Kita musdes mengusulkan nama penerima BST DD yang berasal dari penerima BST pusat," terang Sudiman pada wartawan.

Setelah 27 KPM itu menerima uang BST DD pada 15 Juli Rp 300.000, ungkap Sudiman, muncul daftar 27 KPM itu sebagai penerima BST pusat. Setelah BST pusat Rp 600.000 diambil maka terjadi rangkap menerima bantuan.

"Karena ganda dan tidak boleh dobel, maka dana BST DD Rp 300.000 harus dikembalikan melalui RW. Uang pengembalian itu akan dialihkan ke warga miskin lain, jadi tidak ada pemotongan," kata Sudiman.

Sementara itu, warga Desa Gentan, Kecamatan Gantiwarno, Sukino, mengaku sudah mengembalikan bansos yang bersumber dari Dana Desa.

"Iya menerima dua kali. Bantuan sosial dari Dana Desa (DD) dan Bansos BST pusat tapi yang DD sudah saya kembalikan," kata Sukino saat ditemui wartawan di rumahnya, hari ini.

Menurut Sukino, bantuan rangkap yang diterimanya total uangnya mencapai Rp 900.000. Sukino mengaku rela mengembalikan BST dari Dana Desa karena merasa bukan haknya.

"Besarnya beda, yang BST pusat Rp 600.000 dan dari BST Desa cuma Rp 300.000 tapi sudah saya kembalikan. Saya kembalikan yang dari BST Desa karena itu bukan hak saya" papar Sukino.

"Dikembalikan melalui RW, kalau nanti digunakan untuk warga yang lain ya tidak masalah karena bagian saya BST dari pusat," sebutnya.

Dana BST dari pusat, tutur Sukino, cair hari Senin pekan lalu di balai desa. "Tidak boleh diwakilkan saat menerima, jadi ya datang sendiri," imbuhnya.


(rih/rih)