3 Bulan Belum P-21, Apa Kendala Penanganan Kasus Takjil Sianida di Bantul?

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 10:59 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul
Nani Aprilliani Nurjaman. (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)
Bantul -

Polisi menyebut berkas kasus takjil sianida yang menewaskan seorang bocah di Bantul dengan tersangka Nani Aprilliani Nurjaman (25) belum P-21 atau belum dinyatakan lengkap. Padahal, penanganan kasus tersebut telah berlangsung sekitar 3 bulan lebih.

"Belum (P-21), tapi untuk tahap 1 sudah, berkasnya sudah dikirim (ke Kejaksaan Negeri Bantul) tinggal menunggu saja," kata Kasat Reskrim BantulPolres BantulAKP Ngadi saat dihubungi detikcom, Kamis (29/7/2021).

Nantinya setelah keluar petunjuk dari Kejaksaan maka berlanjut untuk tahap 2 atau pelimpahan tersangka dan barang bukti. Mengingat hingga kini masih dalam penelitian Kejaksaan. "Tahap 2 kan nanti terakhir, menunggu petunjuk dari kejaksaan," ucapnya.

Menyoal kendala yang membuat berkas kasus Nani Aprilliani tak kunjung lengkap, Ngadi enggan mengungkapkannya. Bahkan ketika ditanya berkali-kali Ngadi tetap enggan mengungkapkan kendalanya. "Ya tidak perlu saya sampaikan kendalanya," ujarnya.

Terkait target P-21 kasus Nani, Ngadi mengaku belum bisa memastikannya. Namun, dia menyebut tinggal menunggu petunjuk dari Kejaksaan saja. "Itu nanti tinggal menunggu saja, yang jelas tahap 1 sudah dan tinggal menunggu saja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Nani Aprilliani melakukan rekonstruksi yang berlangsung dalam 35 adegan. Rekonstruksi itu diwarnai tangis munculnya sejumlah fakta baru khususnya terkait pemberi ide kepada Nani yakni R.

Menyoal Nani yang menangis terus saat melakukan rekonstruksi adegan, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi menduga hal tersebut karena yang bersangkutan tidak biasa dalam posisi saat ini. Terlebih rekonstruksi hari ini melibatkan banyak orang.

"Ya mungkin dia tidak biasa di situasi seperti ini, kita maklumi tidak biasa di tempat seperti ini," ucapnya saat ditemui di Polres Bantul, Senin (7/6/2021).

Penanganan kasus itu berawal saat Satreskrim Polres Bantul akhirnya meringkus pengorder offline takjil maut yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) Minggu (25/4). Pengorder itu adalah perempuan bernama Nani Aprilliani, warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Palasah, Majalengka, Jawa Barat.

Setelah dilakukan 4 hari dilakukan penyelidikan, berhasil mengerucut kepada seseorang dan pada hari Jumat (30/4) polisi mengamankan Nani. Yang bersangkutan ditangkap di rumah yang ada di Kalurahan Potorono, Banguntapan, Bantul.

(mbr/mbr)