BNPB: Kematian Corona di Jateng Tinggi, Solo Raya Diperhatikan Khusus

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 11:39 WIB
Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito mengecek isolasi GOR Gelarsena Klaten, 28/7/2021.
Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito mengecek isolasi GOR Gelarsena, Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Kondisi pandemi COVID-19 di Klaten dan Solo Raya umumnya dinilai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) butuh perhatian khusus. Penyebabnya angka kematian di wilayah tersebut dinilai tinggi beberapa waktu terakhir.

"Kondisi Solo Raya butuh perhatian khusus, dalam arti untuk menekan laju dan kapasitas responsnya. Bagaimana tracing testingnya, penyiapan tempat isolasi, maupun RS rujukan karena memang angka kematian Jawa Tengah kemarin cukup tinggi,'' ungkap Kepala BNPB, Letjen Ganip Warsito, kepada wartawan di sela inspeksi lokasi isolasi GOR Gelarsena Klaten, Rabu (28/7/2021).

Ganip yang juga Kepala Satgas pusat menjelaskan angka kematian tersebut setelah dievaluasi dan diurai disebabkan beberapa faktor. Bisa jadi karena penanganan hulu dan hilir.

"Mungkin penanganan hulu hilir yang harus benar. Masyarakat Jawa Tengah ini tingkat harapan hidup udah tinggi, usia banyak yang tua yang meninggal, sehingga ini perlu treatment khusus," papar Ganip.

Selain itu, sambung Ganip, bisa juga karena ada penyakit penyerta atau komOrbid. Ditambah juga ada hal berkaitan capacity respons dari RS. "Ada hal berkaitan capacity respon RS. Maka saya katakan ditambah ICU dan HCU-nya untuk menangani," kata Ganip.

Menurut Ganip, saat ini pemerintah sudah bisa menekan angka kasus COVID yang melonjak sejak bulan Mei. Meskipun Jawa Tengah mencatatkan angka kematian tinggi.

"Kita perlahan sudah bisa mengendalikan dan menekan laju penularan. Walaupun untuk Jawa Tengah, Solo Raya dan Yogya masih menunjukkan angka kematian cukup tinggi dan ini semua menjadi evaluasi kita," terang Ganip.

Dari evaluasi dan analisis data itu, sebut Ganip, bisa diketahui apa yang akan dilakukan di hulu dan hilir. Penanganan hulu hilir harus terintegrasi dengan baik.

"Hulu dan hilir ini harus kolaboratif, satu rangkaian penanganan yang terintegrasi dengan baik. Hulu garda terdepannya oleh Posko PPKM Desa/ Kalurahan untuk fungsi pencegahan, pembinaan, penanganan dan dukungan," imbuh Ganip.

Ditambahkan Ganip, di hilir semua RS daerah sampai pusat sudah menambah ruangan untuk pasien. Penanganan COVID-19 sangat kompleks sehingga penanganan harus dengan gotong-royong.

"Kita bisa mencegah dengan gotong-royong, kuncinya disiplin protokol kesehatan, gunakan masker dan pemerintah terus mendatangkan vaksin. Mulai Agustus kita gencarkan lagi, vaksinator TNI Polri dan dinas kesehatan sudah siap," ujar Ganip.

Plt Kalak BPBD Jawa Tengah, Safrudin mengakui mengatakan angka kematian di Jateng, khusunya Solo Raya, cukup tinggi. "Memang cukup tinggi dan upaya upaya terus dilakukan. Pak Gubernur juga melalui rembug desa dan kesiapan desa sebenarnya sudah luar biasa," kata Safrudin pada wartawan.

Simak juga 'Pemkot Solo Tambah 2 Gedung Isoman Pasien Bergejala':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)