Round-Up

Saat Satu Set Oksigen 1 Kubik Sudah Mencapai Harga Rp 6,8 Juta!

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 07:38 WIB
Harga satu set tabung oksigen ukuran 1 meter kubik di Pekalongan sempat capai Rp 6,8 juta.
Struk pembelian tabung oksigen di Pekalongan. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Semarang -

Oksigen dalam tabung menjadi kebutuhan penting ketika jumlah penderita COVID-19 meningkat. Namun harganya naik di beberapa daerah bahkan ada yang mencapai angka fantastis, Rp 6,8 juta untuk set ukuran 1 meter kubik. Polisi pun turun tangan.

Pembelian satu set tabung oksigen ukuran 1 meter kubik dengan harga Rp 6,8 juta itu dialami seorang warga bernama Aji di apotek daerah Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

"Ya itu, saya beli di apotek Kajen satu set tabung oksigen ukuran satu kubik seharga Rp 6,8 juta," kata salah seorang warga, Aji, saat ditemui wartawan, Senin (26/7).

Ia membeli oksigen itu di apotek Gema Farma. Ketika ditemui detikcom, petugas di apotek tersebut saat ini oksigen ukuran yang sama dijual seharga Rp 5,3 juta.

Namun pemilik apotek, Yopi Maulana, mengakui pernah menjual dengan harga Rp 6,8 juta. Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena dari supplier sudah mematok harga tinggi. Padahal sebelumnya harga paling tinggi Rp 2 juta.

"Terakhir jual (harga tinggi) Rp 6,8 juta full set itu. Nah kayak gitu, kalau kita dapat harganya tinggi, otomatis kita jual juga tinggi, menyesuaikan gitu. Sedangkan kalau dapatnya harga murah, nggak mungkin kita jual harga segitu. Kita juga tak mau monopoli harga oksigen, sudah dari sananya, kalau kita jual dengan harga yang tinggi, bukan berarti kita mainkan harga. Kita memang dapat ya harganya sudah tinggi," kata Yopi saat dihubungi detikcom melalui telepon.

"Kalau misalnya untuk harga, kita kan tergantung dapatnya dari distributor atau supplier. Misal kita dapat di harga tinggi otomatis kita jual harganya agak tinggi. Kalau untuk keuntungan kita kan biasanya persentasenya kan sekitar 15 persen. Maksimal 20 persen," lanjutnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara khusus belum mengetahui kasus tersebut. Namun pengawasan obat-obatan termasuk ketersediaan dan harga oksigen terus dilakukan dan pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan.

"Dan saya sudah bicara sama kepolisian, kejaksaan untuk melakukan checking dan kemarin kejaksaan beberapa kali juga keliling, pak Kajati juga lapor ke saya bahwa mereka datang ke apotek kayak pak Presiden kemarin ngecek obat dan salah satunya ngecek tabung oksigen," kata Ganjar di kantornya, Senin (26/7).

Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pola Iqbal Alqudusy mengatakan informasi tersebut akan ditindaklanjuti. Direktorat Reserse Kriminalisasi Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng akan memastikannya.

"Krimsus cek kebenarannya, terimakasih informasinya," kata Iqbal lewat pesan singkat.

Tonton Video: Kebutuhan Oksigen Naik Drastis, Kemenkes Siapkan Oksigen Konsentrator

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)