Terpopuler Sepekan di Jateng

Exit Tol Jateng Belum Dibuka, Penutupan Jalan Justru Disalahgunakan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 08:15 WIB
Akses masuk ke Jawa Tengah ditutup selama PPKM Darurat. Sejumlah kendaraan terpaksa putar balik di pos penyekatan yang ada di wilayah Brebes.
Suasana penyekatan jalan di Brebes, Jateng. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Semarang -

Penutupan exit tol di dan penyekatan jalan di 224 titik di Jateng yang rencananya dilakukan hingga 22 Juli 2021 diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Namun rupanya polisi menemukan praktik penyalahgunaan yang dilakukan dari keputusan penutupan jalan tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan pemerintah melanjutkan PPKM Darurat yang selesai tanggal 20 Juli 2021 dengan PPKM Level 4 dan 3 hingga 25 Juli 2021. Maka aturan penyekatan ikut diperpanjang.

"Sampai tanggal 25 sesuai PPKM," kata Iqbal lewat pesat singkat kepada detikcom, saat dimintai konfirmasi soal penutupan exit tol di Jateng, Kamis (22/7).

Untuk diketahui, ada 27 exit tol yang ditutup di seluruh Jateng sejak tanggal 16 Juli 2021. Penutupan tersebut untuk mengurangi mobilitas di masa PPKM Darurat yang dilanjut PPKM levelling. Dengan penutupan exit tol tersebut, selain kendaraan kategori esensial dan kritikal tidak bisa keluar-masuk Jateng.

Sementara itu sejak tanggal 3 Juli 2021 atau sejak PPKM Darurat berlaku ada 244 titik penyekatan baik di batas antar provinsi dan juga antar kabupaten / kota. Puluhan ribu kendaraan sudah diputar balik.

"Iya yang esensial dan kritikal boleh melintas. Buruh juga biasanya dari perusahaan ada keterangan termasuk keterangan sudah divaksin. Saya yakin TNI-Polri di lokasi bijaksana jika memang keadaan darurat bisa menunjukkan dan membuktikan maka bisa lewat. Intinya ini mengurangi mobilitas," jelas Iqbal.

Penutupan jalan disalahgunakan

Penyekatan serta penutupan jalan selama PPKM itu bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat dan menurunkan risiko penularan COVID-19. Namun Polda Jateng mendapati penutupan jalan disalahgunakan untuk olahraga.

"Tujuan dari penutupan ruas jalan itu untuk membatasi dan mengurangi mobilitas warga. Bukan kemudian dialihkan menjadi ruang olah raga yang berpotensi menimbulkan kerumunan," kata Iqbal lewat keterangan tertulisnya, Rabu (21/7/2021).

Salah satu jalan yang dilakukan penutupan dan disalahgunakan ada di ruas Jalan Slamet Riyadi di Kota Solo. Pada Minggu (18/7) pagi, ruas Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jateng dilakukan penutupan selama PPKM Darurat malah digunakan sejumlah warga untuk berkegiatan layaknya ketika car free day.

"Upaya untuk menghalau (kerumunan) juga sudah dilakukan pihak Polresta Solo. Begitu juga dengan daerah lain,"kata Iqbal

Tonton juga Video: Pintu Tol di Jateng Ditutup, Nakes-Ambulans Sempat Tertahan

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)