Ramai DIY Do It Yourself, Seperti Apa Skema Anggaran untuk Corona di Yogya?

Heri Susanto - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 17:46 WIB
Proses penataan kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, telah rampung dilakukan. Kawasan itu kini kian setelah bebas dari kabel melintang. Berikut potretnya.
Tugu Pal Putih salah satu ikon pariwisata Yogyakarta/Foto: Pius Erlangga/Detikcom
Yogyakarta -

Di Twitter ramai pertanyaan dan kritik penanganan COVID-19 hingga soal Dana Keistimewaan (Danais) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga ada yang membelokkan DIY menjadi do it yourself. Sebenarnya berapa sih anggaran penanganan COVID di Yogya?

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Benny Suharsono mengungkap anggaran penanganan Corona dibagi dalam dua skema, yakni belanja langsung yang melekat di tiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan belanja tak terduga (BTT).

"Untuk anggaran (COVID) yang tersebar di masing-masing OPD total Rp 122 miliar dan BTT Rp 54 miliar. Kedua anggaran ini bersumber dari APBD DIY," kata Benny, saat jumpa pers virtual dengan wartawan, Kamis (8/7/2021).

Benny menyebut anggaran Rp 122 miliar itu termasuk dalam anggaran rutin. Masing-masing OPD seperti Dinas Kesehatan belanja untuk bidang kesehatan, Dinas Sosial untuk jaminan sosial isolasi mandiri atau shelter, serta Dinas Koperasi dan UMKM untuk pemberdayaan.

"Sedangkan untuk BTT sudah digunakan untuk menangani kelangkaan oksigen karena memang di luar perkiraan atau tidak terduga akan seperti ini (terjadi kelangkaan oksigen)," jelas Benny.

Kedua anggaran senilai total Rp 176 miliar itu masih dimungkinkan untuk bertambah. Hal ini bisa dilakukan jika plafon anggaran yang ditetapkan tidak mencukupi kebutuhan.

Sementara itu, Paniradya Pati Keistimewaan Aris Eko Nugroho menambahkan Danais menyumbang anggaran lebih besar dari APBD DIY. Total ada dana senilai Rp 340,5 miliar yang disalurkan dari Danais untuk penanganan COVID-19.

"Memang tidak langsung menangani COVID-19. Tapi, lebih kepada dampaknya, nilai Rp 340,5 miliar ini masuk dalam urusan kebudayaan," kata Aris.

Aris menjelaskan kegiatan pemberdayaan masyarakat mendapat alokasi anggaran senilai Rp 270 miliar. Anggaran itu di antaranya untuk bantuan event daring, desapreneur, desa wisata, desa berdaya, Jaga Warga, dan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI)

"Anggaran Rp 340 miliar ini untuk pemberdayaan, pemulihan ekonomi, dan ketertiban. Rp 240 miliar untuk pemberdayaan masyarakat," katanya.

Aris menerangkan anggaran untuk pemberdayaan kesehatan yang terkait dengan kebudayaan yakni jamu tradisional juga mendapat alokasi khusus. Nilainya mencapai Rp 1,7 miliar.

"Untuk kesehatan ada Rp 1,7 miliar berkaitan dengan jamu, ada pemberdayaan jamu gendong di teman-teman kabupaten. Ini dilakukan oleh kami," kata Aris.

Untuk diketahui, sindiran Do it Yourself muncul menanggapi pernyataan Kepala Satpol PP DIY soal warga diminta berinovasi dengan jimpitan untuk mendanai Satgas Corona di tingkat RT pada Juni lalu. Sedangkan pada hari yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, juga menegaskan dirinya tak mampu membiayai warganya jika menerapkan lockdown.

Warganet kemudian mempertanyakan bagaimana alokasi Danais untuk pandemi Corona di DIY.

Simak video 'Kasus Corona Melonjak, Pemda DIY Tambah 25 Shelter Isolasi':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)