Viral Haru Pelepasan Jasad Nakes Corona Yogya Diiringi 'Gugur Bunga'

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 16:09 WIB
Perawat RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Sri Rejeki Handayaningsih, gugur positif Corona, Sleman, Jumat (25/6/2021).
Perawat RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Sri Rejeki Handayaningsih, gugur positif Corona, Sleman, Jumat (25/6/2021). (Foto: dok RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta)
Sleman -

Video suasana haru pemberangkatan jenazah dari sebuah rumah sakit yang disertai lagu 'Gugur Bunga' beredar di grup percakapan. Seperti apa fakta lengkapnya?

Dalam video berdurasi 1 menit 48 detik yang diterima detikcom itu tampak petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap menaikkan peti jenazah ke ambulans. Selain itu tampak pula tenaga kesehatan (nakes) yang lain berjajar di sepanjang jalan. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu 'Gugur Bunga'.

Video itu diambil di RSUP Dr Sardjito, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jenazah yang diberangkatkan dalam video itu merupakan seorang perawat RSUP Dr Sardjito bernama Sri Rejeki Handayaningsih (53). Ia gugur usai sempat dirawat akibat positif virus Corona.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan, membenarkan jika video itu diambil di RSUP Dr Sardjito. Ia juga membenarkan jika salah seorang perawat di rumah sakit tersebut gugur positif Corona pada dini hari tadi.

"Benar di Sardjito. Kemarin memang sempat dirawat karena COVID-19. Ada komorbid," kata Banu kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Banu menjelaskan bahwa lagu 'Gugur Bunga' dinyanyikan secara spontan oleh para nakes yang mengiringi pemberangkatan jenazah. Termasuk keluarga pasien yang ada di situ pun ikut memberikan penghormatan.

"Spontanitas jadi kita pemberangkatan jenazah. Awalnya hanya sambutan Pak Dirut pelepasan jenazah. Nah ternyata teman-teman perawat yang simpati ikut serta juga mengantarkan kepergian jenazah itu," ucapnya.

"Ndilalah banyak pasien dan pengunjung ikut melepas kepergian jenazah dengan ikut menyanyikan Gugur Bunga dha nangis kabeh (pada nangis semua)," sambungnya.

Banu memastikan selama proses pemberangkatan jenazah menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Jadi memang prokes dijaga mereka berjajar memanjang begitu karena prokes sampai ke muteri (melingkari) rumah sakit perawat-perawat itu," ungkapnya.

Banu mengatakan tidak ada pesan khusus ketika para nakes, pasien dan keluarga pasien bernyanyi Gugur Bunga. Tapi ia ingin agar masyarakat sadar jika nakes yang bekerja di garda terdepan rentan tertular COVID-19.

"Ya artinya itu sebetulnya tidak pesan khusus. Bahwa kami tenaga kesehatan punya risiko sangat tinggi tertular COVID-19. Ini membagikan cambuk kita bersama bahwa perjuangan harus dilanjutkan walaupun risiko sampai meninggal dunia sendiri," ujarnya.

Diketahui, selama ini Sri bertugas di kamar bedah. Sri merupakan operator instrumen bedah. Sebelumnya suami Sri juga meninggal dunia pada 3 hari sebelumnya karena Corona. Jenazah Sri dimakamkan pada Jumat (25/6) di Yogyakarta.

Tonton juga Video: Nakes di Wisma Atlet Meninggal Usai Terpapar CoronaNakes di Wisma Atlet Meninggal Usai Terpapar Corona

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)