Perusakan Makam Cemoro Kembar Solo, Polisi Periksa 23 Saksi

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 16:02 WIB
Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak
Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Polisi masih mendalami kasus perusakan makam di TPU Cemoro Kembar, Solo. Sebanyak 23 orang telah diperiksa polisi sebagai saksi terkait kasus ini.

"Perkembangan kasus ini, tim penyidik Satreskrim Polresta Solo masih melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Sudah ada 23 saksi yang diperiksa untuk dimintai keterangan," kata Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan usai menghadiri rapat Forkopimda di Makorem 074/Warastratama, Solo, Kamis (24/6/2021).

Beberapa di antara saksi yang sudah diperiksa merupakan pengasuh atau pengajar dari rumah belajar/sekolah (kuttab) tempat anak-anak pelaku perusakan itu bersekolah. Ade mengungkap para pelaku terancam dengan pasal 170 KUHP tentang perusakan barang secara bersama-sama dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

"Yang sudah dimintai keterangan dua orang, hari ini dijadwalkan empat orang pengasuh," jelas Ade.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sejauh ini, lanjut Ade, polisi akan menggelar perkara untuk menentukan tersangka dalam kasus tersebut. Ade juga mengungkap saat ini sudah tak ada lagi kegiatan belajar tatap muka di kuttab tersebut.

"Aktivitas pembelajaran diberhentikan sementara waktu. Memang PTM masih merujuk pada regulasi yang berlaku, Juni ini tidak memungkinkan. Tapi ini sudah dilakukan oleh kuttab ini yang kita harus bersama-sama bekerja sama menyikapi situasi pandemi aktif maupun terus naik," urainya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenag Solo mengaku belum memberi izin rumah belajar yang anak didiknya merusak makam-makam di TPU Cemoro Kembar.

Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur, mengatakan keberadaan kuttab secara umum memang merupakan hal yang baru. Kemenag pun belum bisa memberi izin operasi kuttab.

"Jadi perlu saya luruskan. Kuttab itu regulasinya belum ada yang mengatur," kata Hidayat kepada wartawan, Rabu (23/6).

Perizinan kuttab untuk sementara berada di Dinas Pendidikan. Kuttab masih dikategorikan dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Di Solo ada empat kuttab yang sudah berizin Dinas Pendidikan. Tapi kuttab yang terkait perusakan makam itu belum ada izinnya," ujar dia.

(sip/rih)