Korban Klaster Manduraga Purbalingga Jadi 37 Orang, Desa Tetap Lockdown!

Vandi Romadhon - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 15:02 WIB
Sultan Ingin Jogja Lockdown, Ini Kondisi Kasus Corona di Jogja
Ilustrasi kasus virus Corona atau COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Purbalingga -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 dari klaster Desa Manduraga, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah, bertambah menjadi total 37 hari ini. Pihak desa masih menutup wilayah atau lockdown.

"Tambah lagi tujuh orang, jadi total warga kami yang positif COVID-19 saat ini menjadi 37 orang," kata Kepala Desa Manduraga, Hardizon, saat dihubungi detikcom, Kamis (24/6/2021).

Hardizon menjelaskan, bertambahnya kasus positif di desanya diketahui setelah sejumlah warga yang mengalami gejala ringan melakukan swab mandiri. Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Awalnya mereka mengeluh demam dan pusing akhirnya semalam melakukan swab antigen dan hasilnya positif," ujarnya.

Saat ini desa Manduraga masih menerapkan lockdown, sejumlah akses jalan menuju desa ditutup untuk membatasi pergerakan masyarakat.

"Iya masih lockdown sampai situasi membaik dan kasus positif berkurang, kita akan evaluasi lagi nanti perkembangan selanjutnya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Desa Manduraga di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menerapkan lockdown mulai Rabu (16/6) malam. Hal itu dilakukan setelah warganya dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19.

"Saat ini total 30 orang yang dinyatakan positif baik dari PCR maupun swab antigen. Dari 20 kemarin, ditambah 3 yang melakukan swab mandiri tadi malam dan 7 dari hasil swab antigen hari ini di balai desa," ujar Kepala Desa Manduraga, Hardizon, kepada wartawan di kantornya, Jumat (18/6).

Hardizon menambahkan, tiga jalur masuk desa itu ditutup total. Sementara satu jalur pintu masuk utama diterapkan kebijakan buka tutup dengan penjagaan untuk mencegah warga dari luar daerah masuk ke wilayah desanya.

(rih/mbr)