RS Lapangan Benteng Vastenburg Solo Tangani Puluhan Pasien Corona

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 14:44 WIB
Danrem 074/Warastratama, Surakarta, Kolonel Inf Deddy Suryadi, Kamis (24/6/2021).
Danrem 074/Warastratama, Surakarta, Kolonel Inf Deddy Suryadi. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Rumah sakit lapangan (Rumkitlap) di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah mulai menangani puluhan pasien virus Corona atau COVID-19. Setidaknya hingga saat ini tercapat 30 pasien Corona yang dirawat, empat di antaranya anggota TNI.

"Saat ini dari kapasitas 80 tempat tidur sudah terisi 30, dari anggota ada empat personel. Dari tujuh personel (TNI) kemarin, tiga sudah sembuh dan masih empat yang dirawat," ujar Danrem 074/Warastratama Solo, Kolonel (Inf) Deddy Suryadi, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (24/6/2021).

Pasien yang dirawat di Rumkitlap rata-rata berasal dari Solo. Namun Deddy menegaskan rumah sakit ini menerima pasien dari daerah manapun.

"Ada pasien yang KTP-nya bukan dari Solo tapi Purwodadi. Tapi ini operasi kemanusian siapapun kita terima dan tidak ada yang ditolak," lanjut dia.

Deddy menjelaskan para pasien yang dirawat di Rumkitlap saat ini rata-rata mengalami gejala ringan. Dan selama penanganan, ada jadwal kegiatan yang sudah disiapkan bagi pasien untuk mempercepat kesembuhannya. Di antaranya senam dan berjemur.

Dalam kesempatan ini Deddy juga mengungkap tingkat keterisian tempat tidur isolasi Corona di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Dari total daya tampung sebanyak 820 tempat tidur, sebanyak 439 di antaranya terisi. Dari jumlah tersebut rata-rata merupakan warga dari Solo Raya.

"Yang Kudus sudah tidak ada, tinggal dari Pati dua orang, sisanya dari Solo Raya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Deddy juga menjelaskan soal rapat yang diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) se-Solo Raya di Makorem 074/Warastratama, Solo, hari ini. Kepala daerah se-eks Karesidenan Surakarta ini membahas mengenai aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Tujuan pertemuan ini adalah menginginkan kesepakatan aturan yang akan dikeluarkan oleh kepala daerah se-Solo raya. Jadi nanti aturan yang diberlakukan tidak hanya berlaku di daerah tertentu saja," kata Deddy.

Deddy menjelaskan wilayah Solo Raya mempunyai keberagaman dan keterkaitan satu sama yang lain. Maka dari itu, aturan yang akan dikeluarkan nantinya diharapkan dapat berjalan baik di setiap wilayah.

"Solo Raya memiliki keberagaman dan keterkaitan dengan daerah-daerah tertentu saling berhubungan. Memiliki kesepakatan untuk menjalankan instruksi dari pusat, khususnya pada pembatasan menghadapi pandemi COVID-19," urainya.

Simak video 'Ini 20 Wilayah Zona Merah Covid-19, Jawa Tengah Terbanyak!':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)