Lonjakan COVID-19, Boyolali Berlakukan Gerakan Minggu di Rumah Saja

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 19:45 WIB
Penyemprotan disinfektan oleh tim gabungan di Boyolali, Rabu (23/6/2021).
Penyemprotan disinfektan oleh tim gabungan di Boyolali, Rabu (23/6/2021). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Pemkab Boyolali, Jawa Tengah, melakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), salah satunya dengan gerakan Minggu di Rumah Saja. Hal ini dilakukan setelah ada lonjakan kasus Corona di Boyolali.

"Kami akan memberlakukan Minggu di Rumah Saja. Akan kami berlakukan tiap hari Minggu selama dua minggu ke depan. Kami siapkan surat edaran. Berlaku pada 27 Juni dan 4 Juli. Sehari full itu masyarakat kami minta tidak keluar bepergian dan tetap di rumah saja," kata Sekda Boyolali, Masruri, kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Masruri menjelaskan, pengetatan PPKM akan diberlakukan dua pekan ke depan yang salah satunya adalah program Minggu di Rumah Saja. Gerakan Minggu di Rumah Saja berlaku bagi seluruh masyarakat, kecuali petugas satgas yang berpatroli, penegak hukum, dan aparat.

Pihaknya akan menerjunkan petugas Satgas dan Satpol PP untuk berpatroli, guna memastikan masyarakat patuh pada Surat Edaran (SE) tersebut. Jika ditemukan kerumunan akan langsung dibubarkan. Pihaknya juga bekerja sama dengan penegak hukum dan pengawas desa untuk berpatroli.

Sedangkan kegiatan di pasar masih bisa berjalan dengan protokol kesehatan ketat. Masruri meminta lurah pasar selalu mengingatkan pedagang untuk mengenakan masker. Jika ada pedagang yang tidak memakai masker akan dikenakan saksi. SE Bupati ini juga memuat penutupan tempat wisata milik pemerintah maupun swasta serta larangan hajatan.

"Kalau nekat (menggelar) hajatan akan kami bubarkan dan dikenakan denda sebesar Rp 2 juta. Ini berlaku mulai hari ini (23/6/2021) sampai dua minggu ke depan. Memang kami agak agresif agar lebih patuh. Mari bersama-sama agar ini (pandemi Corona) cepat selesai," tegasnya.

Sementara itu tim gabungan dari TNI/Polri, BPBD, Damkar dan Satpol PP Boyolali melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat strategis, siang tadi. Berangkat dari halaman Kantor Satpol PP, rombongan menyisir dan menyemprot disinfektan di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali hingga Boulevard Soekarno.

Penyemprotan kemudian dilanjutkan ke kawasan Simpang Siaga Boyolali, Jalan Merapi dan Jalan Merbabu serta sepanjang Jalan Pandanaran. Juga di kawasan Monumen Tiga Menara serta pasar Sunggingan.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Dono Rumekso, mengatakan penyemprotan menyasar pada tempat-tempat yang menjadi tujuan masyarakat berkerumun. Hal tersebut dilakukan guna menekan penyebaran virus Corona di Boyolali. Penyemprotan ini akan dilakukan selama 10 hari ke depan.

"Yang menjadi sasaran (penyemprotan) kita adalah tempat potensi kerumunan. Kita di lapangan sudah cek di lokasi beberapa hari yang lalu bahwa tempat kerumunan seringkali didatangi masyarakat adalah di Monumen Susu Murni, Tiga Menara, dan di Simpang Siaga. Fokus kita ada di situ," katanya.

Sementara itu, update hari ini, kasus Corona di Boyolali ada tambahan 207 kasus baru. Jumlah kasus aktif per hari ini ada 1.104 dengan rincian 247 orang dirawat dan 857 orang menjalani isolasi mandiri.

(rih/mbr)