Kasus Corona di Pabrik Sepatu Karanganyar Bertambah Jadi 108 Orang

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 19:07 WIB
BPBD Karanganyar menyemprotkan disinfektan di pabrik sepatu Desa Jaten, Karanganyar, Selasa (22/6/2021).
BPBD Karanganyar menyemprotkan disinfektan di pabrik sepatu Desa Jaten, Karanganyar, Selasa (22/6/2021). Foto: dok BPBD Karanganyar
Karanganyar -

Jumlah karyawan pabrik sepatu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang terpapar virus Corona atau COVID-19 bertambah menjadi 108 orang. Jumlah ini masih bisa bertambah mengingat saat ini ada ratusan karyawan yang belum melaporkan hasil tes swab.

"Sampai hari ini jumlahnya 108 karyawan. Itu dari sekitar 850 karyawan yang sudah melaporkan hasil tes (swab antigen) dari total sekitar 1.100 karyawan," kata Kepala Desa Jaten, Hargo Satata, saat dihubungi detikcom, Rabu (23/6/2021).

Hargo menyebut, pihak manajemen pabrik sepatu sudah meminta karyawan untuk melakukan swab antigen secara mandiri. Hasil tes ini akan dikirimkan ke pihak pabrik, mengingat saat ini seluruh karyawan pabrik tersebut sudah diliburkan.

"Nanti biaya tes akan diganti pihak perusahaan. Jadi saat ini sedang proses dan menunggu laporan karena kan tesnya secara sendiri-sendiri begitu, bukan dikumpulkan di pabrik," jelasnya.

Dari 108 karyawan yang tes antigennya positif ini, lanjut Hargo, seluruhnya dipastikan dalam kondisi tanpa gejala. Para karyawan yang berasal dari berbagai daerah bahkan dari luar Karanganyar ini, saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Kalau yang warga asli Desa Jaten malah tidak ada. Hanya ini ada 11 karyawan asal luar kota, yang indekos di sekitar pabrik. Ini terus kita awasi," kata dia.

Hargo mengatakan, saat ini penutupan pabrik sudah memasuki hari kedelapan. Sesuai rencana awal, lanjutnya, operasional pabrik akan dimulai setelah proses lockdown selama 10 hari selesai dilakukan.

"Nanti setelah sepuluh hari pabrik jalan lagi. Untuk karyawan yang positif belum boleh masuk, masih harus melanjutkan isolasi mandiri," tambahnya.

Pihak desa sendiri memastikan para karyawan yang positif Corona tidak mendapatkan pemutusan hubungan kerja dari perusahaan. Hargo saat ini telah menyiapkan draft kesepakatan dari pihak perusahaan tentang jaminan para karyawan tersebut tidak akan di-PHK.

"Saya minta untuk membuat surat pernyataan bahwa (karyawan) yang positif ini tidak di-PHK dan sebagainya. Draft-nya sudah diberikan, nanti saya tinggal mengetahui. Dari pihak pabrik menyatakan tidak keberatan," terang Hargo.

Diberitakan sebelumnya, pabrik sepatu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ditutup sementara usai 94 karyawannya dinyatakan positif terpapar virus Corona atau COVID-19. Penutupan itu berlangsung selama 10 hari.

"Benar, ada 94 karyawan yang dinyatakan positif," ujar Kepala Desa Jaten, Hargo Satata, saat dihubungi wartawan, Senin (21/6).

Hargo menyebut kasus Corona di pabrik sepatu yang berada di desanya ini bermula saat ada seorang karyawan pabrik mengeluhkan sakit. Dari hasil swab, karyawan tersebut dinyatakan positif Corona.

"Akhirnya di perusahaan ini, seluruh karyawan di bagian itu di-swab, ternyata banyak yang positif. Terus dilanjutkan semuanya (karyawan pabrik) di-swab antigen, hasilnya 94 orang positif," jelas Hargo.

(rih/ams)