Rumah Belajar yang Siswanya Rusak Makam di Solo Belum Berizin

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 17:55 WIB
Perusakan sejumlah makam di TPU Cemoro Kembar, Solo oleh anak-anak mendapat perhatian serius. Kini masyarakat dibantu Babinsa dan Babinkamtibmas mulai melakukan perbaikan.
Sejumlah makam yang dirusak gerombolan bocah di Solo diperbaiki. (Foto: Agung Mardika)
Solo -

Peristiwa dugaan perusakan makam membuat perizinan rumah belajar berbasis Islam (kuttab) di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo dipertanyakan. Kemenag Solo mengaku belum memberi izin terkait rumah belajar tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur, mengatakan keberadaan kuttab secara umum memang merupakan hal yang baru. Kemenag pun belum bisa memberi izin operasi kuttab.

"Jadi perlu saya luruskan. Kuttab itu regulasinya belum ada yang mengatur," kata Hidayat kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Perizinan kuttab untuk sementara berada di Dinas Pendidikan. Kuttab masih dikategorikan dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Di Solo ada empat kuttab yang sudah berizin Dinas Pendidikan. Tapi kuttab yang terkait perusakan makam itu belum ada izinnya," ujar dia.

Menurutnya, keberadaan kuttab di masyarakat selama ini tidak bermasalah. Namun dengan kejadian di TPU Cemoro Kembar tersebut, Kemenag Solo akan melakukan asesmen terkait ajaran mereka.

"Kita akan melakukan asesmen terkait ajarannya, pakai kitab apa, saat ini belum bisa kita simpulkan. Nanti hasilnya akan kami laporkan ke pusat, mungkin nantinya bisa jadi pertimbangan kuttab akan masuk ke kelompok mana," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, perusakan makam terjadi di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo. Setidaknya ada 12 makam yang dirusak oleh 10 siswa dari kuttab yang berada di sekitar makam.

Kejadian itu membuat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka geram dan menyebut tindakan tersebut sebagai aksi intoleran. Para pihak yang terkait telah dimediasi hingga akhirnya dilakukan perbaikan makam. Namun proses hukum di kepolisian tetap berjalan.

(sip/ams)