Lonjakan Kasus COVID-19 di Yogya, Stok Oksigen di Agen Kosong!

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 17:24 WIB
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta mengakui ketersediaan tabung oksigen di rumah sakit rujukan COVID-19 semakin menipis.
Ketersediaan oksigen dalam tabung di Yogyakarta mulai langka, Rabu (23/6/2021). Foto: Pius Erlangga/detikcom
Yogyakarta -

Lonjakan kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berdampak terhadap stok oksigen. Agen penjual atau agen oksigen tak kebagian jatah karena pihak distributor oksigen memprioritaskan suplai ke rumah sakit.

"Sejak Senin (21/6) tempat saya sudah kosong. Tidak ada suplai," kata pemilik Abadi Oksigen, Priyo Bowo, saat dihubungi detikcom, Rabu (23/6/2021).

Priyo menjelaskan, sudah ada 25 konsumen yang mengantre untuk mendapatkan oksigen. Tapi, saat dirinya menanyakan ke distributor, tak mendapatkan jawaban pasti akan mendapatkan jatah.

"Saya sudah hubungi ke pabrik. Jawabnya semua (produksi oksigen) untuk rumah sakit dulu. Karena permintaan dari Pemda," jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat kondisi normal per hari ada sekitar 10 tabung permintaan dari konsumen. Sejak terjadi ledakan kasus COVID-19 pada pekan lalu, permintaan mengalami peningkatan. Sampai pada puncak Minggu (20/6) yang saat itu masih memiliki sekitar 15 tabung, habis dibeli konsumen.

"Sekarang tiap hari ada 25-an konsumen yang sudah pesan. Tapi barang tidak ada ya mau bagaimana," ujarnya.

Ia menambahkan, meski permintaan meningkat, harga maupun stok sudah ditentukan dari pihak distributor.

"Kami bisa membantu orang mendapatkan oksigen saja sudah bersyukur. Ya mudah-mudahan kondisi seperti ini cepat pulih," katanya.

Terpisah, pemilik Nina Oksigen, Ninda Oktaviani, juga mengakui tidak mendapatkan jatah stok oksigen. Tabung oksigen yang sudah ia kirimkan ke pabrik sampai saat ini belum diantar kembali.

"Rumah sakit juga minta ke kami. Tapi mau bagaimana lagi? Memang liquid-nya di pabrik tidak ada," kata Ninda.

Ia menambahkan, sejak terjadi lonjakan, pemilik tabung oksigen kecil banyak yang mencari. Permintaannya bisa naik tiga kali lipat dari hari biasa atau normal.

"Sejak terjadi lonjakan sudah naik. Kemudian ramai kan di medsos kalau oksigen langka. Semua yang punya tabung gas ngisi untuk stok," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan, Satgas Penanganan COVID-19 di DIY telah meminta distributor oksigen untuk menambah alokasi untuk rumah sakit rujukan. Jika biasanya hanya 60 persen alokasinya, Satgas meminta 80 persen untuk 27 rumah sakit rujukan.

"Kami sudah koordinasi dengan distributor agar alokasi ini ditambah. Tidak usah banyak-banyak jika sebelumnya 60 persen sekarang 80 persen saja," kata Aji kepada wartawan.

Tonton Video: Lagi Dugem Dibubarkan, Gadis Remaja di Yogya Umpat Satgas Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)